Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bogor minta warga pakai masker

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Kesehatan, News - 06 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya sebaran abu vulkanik yang diduga berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat berlangsung Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Minggu (6/9/2026). Fokus utama imbauan adalah penggunaan masker dan pengurangan paparan debu halus saat beraktivitas di luar rumah.

Jenal menegaskan bahwa warga tidak perlu panik, namun langkah pencegahan tetap diperlukan karena partikel abu halus berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Ia juga meminta masyarakat, terutama anak-anak, untuk lebih terlindungi karena debu dapat lebih berisiko terhadap saluran pernapasan. Menurutnya, tindakan sederhana seperti memakai masker dapat menjadi upaya awal untuk menekan dampak yang mungkin muncul.

Imbauan masker saat CFD dan aktivitas di luar rumah

Di lokasi CFD, Jenal mengajak warga menggunakan masker ketika berada di ruang terbuka. Ia menekankan bahwa perlindungan tidak hanya soal mencegah debu masuk ke saluran napas, tetapi juga membantu mengurangi paparan partikel halus yang beredar di udara. Aktivitas di luar ruangan yang berlangsung dalam waktu cukup lama dinilai membuat paparan semakin besar, sehingga penggunaan masker menjadi langkah yang paling mudah diterapkan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga imunitas. Upaya menjaga daya tahan tubuh dinilai sejalan dengan kebutuhan mengurangi risiko kesehatan, khususnya bagi warga yang memiliki kerentanan. Pemerintah kota, melalui perangkat terkait, diminta memperkuat edukasi agar informasi yang disampaikan benar-benar sampai dan dipahami warga.

Dinas Kesehatan Bogor dorong edukasi dan mitigasi abu vulkanik

Wakil Wali Kota menyinggung perlunya edukasi yang lebih masif. Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik. Menurut Erna, paparan dapat memengaruhi beberapa bagian tubuh, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Erna menambahkan, bila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, warga perlu menggunakan masker dengan cara yang benar. Masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik akan membantu mengurangi partikel debu halus yang berpotensi terhirup. Pada saat yang sama, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan disarankan membatasi aktivitas di ruang terbuka.

Langkah perlindungan di rumah dan saat hujan abu

Selain imbauan untuk penggunaan masker, Erna juga menyampaikan sejumlah saran praktis. Saat di rumah, warga diminta menutup pintu, jendela, dan ventilasi ketika terjadi hujan abu. Langkah ini bertujuan menekan masuknya partikel debu ke dalam ruang hunian yang dapat memperpanjang paparan.

Untuk aktivitas luar ruangan, Erna menyarankan perlindungan tambahan seperti menggunakan kacamata agar mata tidak mudah teriritasi. Ia juga menekankan agar air minum dan makanan tetap tertutup sehingga tidak terkontaminasi debu halus. Kebiasaan sederhana semacam ini dinilai penting karena kontaminasi tidak selalu berasal dari udara, tetapi juga dari permukaan dan bahan konsumsi yang terbuka.

Waspadai gejala, segera periksa ke fasilitas kesehatan

Erna mengingatkan agar warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau keluhan kesehatan lain yang mengkhawatirkan. Respons cepat dibutuhkan agar gangguan yang muncul tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius, terutama pada kelompok rentan.

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga berupaya memperbarui informasi terkait sebaran abu vulkanik dan rencana penanganan. Dalam waktu dekat, pemerintah kota akan melakukan rapat koordinasi khusus untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil. Imbauan memakai masker kembali ditegaskan sebagai tindakan yang dapat dilakukan segera, termasuk dalam upaya mengurangi dampak cuaca dan kondisi udara yang sedang terjadi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x