One way jalur Puncak Bogor akhir pekan 24-25 Oktober 2026, ini jamnya

4 menit membaca View : 4
Abdul Halim
Bogor, News - 23 Okt 2026

Rekayasa lalu lintas one way atau sistem satu arah kembali diterapkan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu, 24 hingga 25 Oktober 2026. Kebijakan ini bersifat situasional, menyesuaikan tingkat kepadatan kendaraan di lapangan, sehingga jadwal bisa mengalami penyesuaian mengikuti kondisi arus.

Untuk arah menuju Puncak, one way dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Setelah itu, giliran arah turun menuju Jakarta diberlakukan pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, dengan kemungkinan didahului tahapan buka tutup di jam-jam tertentu agar arus kendaraan lebih tertata.

Jadwal one way jalur Puncak 24-25 Oktober 2026

Pada periode 24-25 Oktober 2026, pengendara yang hendak melintas di kawasan jalur Puncak perlu memperhatikan perubahan arus sesuai jam yang ditetapkan. Rekayasa one way untuk kendaraan yang bergerak ke arah Puncak dimulai lebih pagi, yaitu sejak pukul 07.00. Rentang waktu hingga 11.30 WIB memberi ruang bagi konsentrasi kendaraan dari beberapa titik menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas di area Puncak.

Masuk siang hingga sore, skema bergeser ke arah sebaliknya. One way untuk kendaraan yang bergerak turun menuju Jakarta dijadwalkan aktif mulai pukul 12.00 sampai 18.00 WIB. Pola pergantian waktu ini biasanya dimaksudkan untuk meminimalkan konflik arus, terutama ketika volume kendaraan dari dua arah bertemu pada titik-titik rawan kepadatan.

Buka tutup biasanya menyertai sebelum one way benar-benar penuh

Sebelum sistem satu arah diberlakukan penuh, umumnya ada fase transisi berupa buka tutup. Pada praktiknya, kendaraan dari arah yang seharusnya ditutup bisa saja masih dilepas secara bergantian pada jam-jam awal. Tujuannya agar antrean tidak mendadak menumpuk dan petugas dapat memastikan arus benar-benar beralih sesuai skema yang direncanakan.

Fase transisi tersebut sering kali berlangsung lebih lama pada skenario arah Jakarta, karena pertemuan arus kendaraan dan kepadatan di titik-titik tertentu membuat proses penataan tidak bisa dilakukan secara instan. Bagi pengendara, kondisi ini berarti jalur mungkin belum langsung sepenuhnya satu arah pada menit-menit awal, sehingga mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi kunci untuk menghindari salah arah atau keterlambatan masuk ke lajur yang semestinya.

Ganjil genap ditiadakan, kendaraan plat ganjil-genap tetap bisa melintas

Selain one way, ada perubahan lain yang memengaruhi pergerakan kendaraan di jalur Puncak pada akhir pekan tersebut. Kebijakan ganjil genap ditiadakan, sehingga kendaraan dengan plat nomor ganjil maupun genap dapat melintas tanpa pembatasan berdasarkan nomor kendaraan.

Penghapusan ganjil genap dapat mengubah pola pilihan perjalanan masyarakat. Kendaraan yang biasanya akan menunda keberangkatan saat aturan pembatasan aktif mungkin memilih tetap berangkat, karena tidak ada lagi larangan untuk plat tertentu. Namun, pengendara tetap perlu mengantisipasi antrean, sebab one way dan pengaturan petugas tetap akan memengaruhi kecepatan serta arah arus kendaraan.

Dampak bagi warga dan pengunjung yang menuju kawasan Puncak

Bagi warga Kabupaten Bogor maupun pendatang yang hendak berlibur ke area Puncak, penerapan one way pada Sabtu dan Minggu berpotensi memengaruhi rute perjalanan dan waktu tempuh. Perubahan arah arus membuat sebagian titik akses bisa terasa lebih lama dilalui, terutama saat pergantian jadwal dari arah naik ke arah turun.

Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan membantu kelancaran pergerakan kendaraan dalam skala besar. Dengan sistem satu arah, kendaraan tidak saling berlawanan di segmen jalan yang sama, sehingga risiko kemacetan yang membentuk “buntu” akibat pertemuan arus dari dua arah dapat ditekan. Meski begitu, pengendara tetap disarankan memantau perkembangan lalu lintas, karena sifat one way yang situasional berarti penyesuaian bisa terjadi jika kepadatan meningkat di lokasi tertentu.

Perkembangan rekayasa lalu lintas mengikuti kondisi lapangan

Karena rekayasa one way bersifat situasional, pelaksanaannya tidak selalu bisa dipastikan berjalan persis sama menit per menit. Kondisi kepadatan di lapangan, insiden, atau perubahan arus kendaraan dapat memicu penyesuaian durasi maupun fase transisi buka tutup. Karena itu, pengendara yang memiliki jadwal ketat sebaiknya menyiapkan waktu cadangan dan memperhatikan arahan petugas.

Informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas dan penerapan one way dapat diperiksa melalui akun Instagram Satlantas Polres Bogor, yaitu @satlantaspolresbogor.tmc. Dengan memantau pembaruan tersebut, pengguna jalan bisa menyesuaikan rute dan waktu keberangkatan agar perjalanan lebih aman serta tidak terjebak perubahan arus mendadak.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x