Gerakan Indonesia ASRI, Bupati Bogor Rudy Susmanto kerja bakti di Hutan Kota Pakansari

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Bogor, News - 20 Okt 2026

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengadakan kerja bakti bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Hutan Kota Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dilaksanakan serentak di 40 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.

Lewat kegiatan ini, Rudy menegaskan kerja bakti dan aksi bersih-bersih lingkungan dijalankan sebagai agenda rutin mingguan pemerintah daerah. Pelaksanaannya, termasuk di Alun-alun Tegar Beriman, dilakukan bergiliran oleh masing-masing OPD, sementara di lokasi hutan kota, fokus diarahkan pada perawatan dan penguatan ruang hijau yang sudah dibangun.

Kerja bakti rutin mingguan di 40 kecamatan

Rudy menyebutkan bahwa korve atau kerja bakti menjadi rutinitas mingguan Pemkab Bogor. Model pelaksanaannya dibuat serentak agar pesan kebersihan dan kerapian lingkungan tidak berhenti pada satu titik, melainkan menyebar ke berbagai kecamatan. Dengan pola bergiliran antar OPD, kegiatan juga diharapkan memberi keterlibatan yang lebih merata, bukan hanya mengandalkan satu unit kerja.

Di Kecamatan Cibinong, kerja bakti di Hutan Kota Pakansari menjadi simbol bahwa program ASRI tidak hanya berupa kegiatan administratif, tetapi juga menyentuh ruang publik yang langsung dirasakan warga. Di Alun-alun Tegar Beriman, OPD menjalankan aksi secara bergiliran, menciptakan ritme kegiatan yang konsisten dan mudah dipantau oleh masyarakat sekitar.

Gerakan Indonesia ASRI dan arah perkuatan ruang hijau

Rudy mengaitkan Gerakan Indonesia ASRI dengan upaya memperluas area hijau di Kabupaten Bogor. Ia menyampaikan bahwa program ini selaras dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI yang disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kerangka itu, penghijauan diposisikan bukan sekadar penanaman pohon, tetapi juga bagian dari strategi menjaga kualitas lingkungan hidup.

Pada level implementasi, Pemkab Bogor telah memulai pencanangan pembangunan hutan kota sejak Juli 2025. Hingga Oktober 2026, luas lahan yang sudah ditanami mencapai sekitar 220 hektare. Rudy mencontohkan lokasi yang relatif dekat, yakni area di lingkar Stadion Pakansari, sebagai salah satu bagian dari upaya memperluas ruang hijau.

Hutan Kota Pakansari, evaluasi bibit dan pemeliharaan

Di kawasan hutan kota yang menjadi lokasi kerja bakti, Rudy menuturkan pohon yang ditanam pada Juli 2025 sebagian besar sudah tumbuh. Namun, tidak semua bibit berkembang dengan optimal. Temuan ini kemudian dipakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan, termasuk penanganan pada tanaman yang pertumbuhannya kurang baik.

Rudy menyampaikan harapan agar proses perawatan berjalan bersama-sama, karena keberhasilan penghijauan tidak hanya bergantung pada penanaman awal. Ada kebutuhan untuk memonitor kondisi tanaman, menyesuaikan perawatan, dan melakukan perbaikan ketika ditemukan kendala di lapangan.

Dampak bagi warga: kebersihan, kesejukan, dan kesinambungan pembangunan

Bagi warga Kabupaten Bogor, kegiatan seperti korve dan penataan hutan kota berdampak langsung pada kualitas lingkungan sehari-hari. Lingkungan yang lebih bersih dan terawat biasanya berpengaruh pada kenyamanan ruang publik, termasuk area yang menjadi tempat aktivitas warga, seperti alun-alun dan kawasan hijau kota. Saat ruang hijau bertambah, kesejukan yang ditawarkan juga menjadi nilai tambah yang bisa dirasakan dalam rutinitas harian.

Rudy juga menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan pohon dan kawasan hijau yang sudah ada. Menurutnya, meski pembangunan harus bergerak cepat, keberadaan vegetasi tetap perlu dijaga karena pohon dipandang sebagai masa depan bersama, bukan unsur pelengkap yang bisa dikurangi ketika proyek berjalan.

Penghijauan di lahan kritis dan wilayah berpotensi longsor

Selain memperkuat kawasan hijau yang sudah terbentuk, Pemkab Bogor juga mengarahkan upaya penghijauan pada lahan kritis dan wilayah yang memiliki potensi longsor. Pendekatannya menempatkan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi yang berjalan paralel dengan pembangunan, sehingga fungsi lingkungan tidak hanya berhenti pada estetika.

Rudy menegaskan bahwa meski tanaman yang baru ditanam masih membutuhkan waktu untuk tumbuh, program akan terus dilanjutkan. Dengan begitu, kerja bakti dan penghijauan diposisikan sebagai proses berkelanjutan, tidak berhenti pada satu periode penanaman atau satu agenda seremonial.

Kegiatan di Hutan Kota Pakansari pada 20 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan, memperkuat penghijauan, serta mendukung program Indonesia ASRI agar tetap berjalan di seluruh kecamatan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x