Utang Rp250 ribu berujung duel maut di Cibinong, SH tewas dibacok

3 menit membaca View : 6
Abdul Halim

Utang Rp250 ribu menjadi pemicu duel maut di kawasan Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di depan Saung Berkah, belakang Toko Queen, Kelurahan Ciri Mekar, Kecamatan Cibinong, dan berujung pada kematian seorang pria berinisial SH (55).

Menurut keterangan pihak kepolisian, keributan bermula ketika YS (47) datang bersama dua rekannya untuk menagih utang kepada JB (43). Dugaan awal menyebutkan utang tersebut tersisa sekitar Rp250 ribu dan belum dilunasi selama dua bulan. Namun situasi berubah cepat karena keterlibatan istri SH di lokasi.

Kronologi Duel Maut di Pasar Cibinong Gegara Utang Rp250 Ribu, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Penagihan utang Rp250 ribu di Pasar Cibinong memanas

Proses penagihan utang dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa YS datang bersama AM dan SS untuk menemui JB. Dalam pengakuan JB, nilai utang yang masih tertahan sekitar Rp250 ribu. Sementara itu, AM dan SS menyampaikan bahwa utang tersebut memang belum dibayar selama sekitar dua bulan.

Walau nominalnya tergolong kecil, pertemuan itu tidak berlangsung sebagai pembicaraan yang terkendali. Keributan kemudian melebar ketika istri SH berada di sekitar lokasi dan mengenal JB. Kehadiran pihak keluarga membuat situasi emosional semakin sulit diredam, terutama saat perdebatan berubah menjadi tindakan fisik.

Peran istri SH memicu aksi kekerasan hingga duel

Di tengah keributan, istri SH disebut terlibat dalam situasi tersebut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa YS diduga menendang istri SH. Tindakan itu membuat SH tidak terima dan kemudian membela istrinya, yang akhirnya menimbulkan perkelahian antara SH dan YS.

Dengan kata lain, duel yang terjadi bukan sekadar kelanjutan perselisihan utang, melainkan eskalasi konflik yang dipicu serangan terhadap anggota keluarga. Dalam laporan kejadian, perkelahian berlangsung sampai keduanya terlibat kontak fisik langsung, dan SH mengalami luka serius.

Polisi evakuasi pria yang meninggal dunia usai duel dengan penagih utang.

SH tewas di tempat, luka bacok atau tusuk ditemukan

Perkelahian berujung fatal. SH mengalami luka bacok atau tusuk pada lengan sebelah kanan serta bagian perut sebelah kiri. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Fakta ini menunjukkan bahwa konflik singkat yang bermula dari penagihan utang dapat berakhir dengan konsekuensi berat. Luka yang ditemukan mengindikasikan adanya kekerasan yang tidak hanya bersifat dorong-mendorong, melainkan serangan yang menimbulkan cedera serius pada bagian tubuh vital.

YS diamankan 2,5 jam setelah kejadian

Setelah menerima laporan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa YS akhirnya berhasil diamankan sekitar 2,5 jam setelah kejadian.

Saat diamankan, YS diketahui mengalami luka pada tangan sebelah kiri. Kondisi ini akan menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan untuk melihat dinamika pertarungan, termasuk hubungan sebab-akibat antara tindakan masing-masing pihak selama keributan berlangsung.

Proses autopsi dan langkah hukum masih berjalan

SH diketahui merupakan warga Kampung Pos, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong. Sementara itu, YS berasal dari Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, dan bekerja sebagai buruh harian lepas. Jenazah korban direncanakan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.

Autopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematian secara medis dan memperjelas jenis serta arah luka yang dialami. Dari sisi penegakan hukum, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan utang yang diselesaikan dengan pendekatan agresif dapat menimbulkan dampak yang melampaui nilai nominalnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x