Kharisma Istimewa Budaya Bogor diikuti 150 anak dari Bogor Raya

4 menit membaca View : 11
Abdul Halim
Bogor, News - 09 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kharisma Istimewa Budaya menggelar rangkaian lomba anak berkebutuhan khusus di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, pada Minggu 6 September 2026. Acara ini diikuti 150 peserta dari Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, serta Tangerang, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak untuk menampilkan bakat seni mereka tanpa dipungut biaya.

Perhelatan bertema budaya ini diramu oleh Kharisma Bogor Berbudaya dan dipenuhi berbagai kategori, mulai dari lomba Tari Tunggal, Tari Rampak, Fashion Show, hingga lomba Mewarnai. Kehadiran penampilan spesial juga turut menghangatkan suasana, termasuk guest star penari cilik asal Kecamatan Cigombong, Muhamad Avrizal yang akrab disapa Nday, yang menampilkan seni tari Subali Sugriwa.

Lomba anak berkebutuhan khusus di Plaza Jambu Dua Bogor

Di lapangan Plaza Jambu Dua, para peserta datang dengan semangat yang terlihat dari persiapan sebelum penilaian dimulai. Panitia menata acara agar anak-anak dapat tampil sesuai kemampuan masing-masing, baik yang fokus pada gerak tari maupun yang memilih bidang kreatif seperti mewarnai.

Menurut CEO Event Organizer Kharisma Bogor Berbudaya, Irma Siti Nurafiani, penyelenggaraan ini memang ditujukan sebagai bentuk apresiasi. Irma menegaskan tidak ada biaya pendaftaran untuk lomba anak berkebutuhan khusus, sehingga lebih banyak keluarga dapat mengikuti kegiatan tanpa terbebani urusan administrasi.

“Saya tidak memungut biaya untuk lomba anak anak istimewa ini karena ini apresiasi dan ruang untuk mereka unjuk bakat di bidang seni, dan kami bersyukur acara ini banyak peminatnya,” ujar Irma.

Ragam kategori lomba, dari tari hingga fashion show

Kompetisi Kharisma Istimewa Budaya dibuat beragam agar anak-anak bisa memilih bidang yang paling sesuai dengan minat dan potensinya. Lomba Tari Tunggal dan Tari Rampak menjadi daya tarik utama bagi peserta yang ingin menunjukkan kemampuan gerak, koordinasi, serta ekspresi saat membawakan tema tertentu.

Bagi peserta yang memiliki minat pada penampilan, kategori Fashion Show menjadi wadah untuk menunjukkan kreativitas dan kepercayaan diri. Sementara itu, lomba Mewarnai memberi kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi melalui karya visual, dengan penilaian yang menitikberatkan pada hasil dan kerapian.

Irma menuturkan, selain lomba seni, acara juga dirancang agar aspek kepedulian sosial ikut hadir. Pendekatan ini membuat kegiatan tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar peserta selama rangkaian acara berlangsung.

Pelayanan kesehatan gratis dan dukungan gizi untuk peserta

Dalam program pendukung, sebanyak 40 dokter umum dan dokter gigi yang tergabung dalam Yayasan Sedekah Khitan Indonesia memberikan pelayanan kesehatan gratis. Layanan ini ditujukan untuk peserta, termasuk pemeriksaan bagi anak-anak yang kemudian mendapatkan bantuan konsumsi berupa susu dan biskuit sebagai dukungan gizi.

Langkah tersebut relevan dengan kebutuhan anak-anak yang mengikuti aktivitas seharian. Dengan adanya pemeriksaan dan pemenuhan asupan, panitia berupaya memastikan peserta tetap nyaman saat mengikuti rangkaian lomba hingga selesai.

Apresiasi dari Disparbud Kota Bogor dan komunitas disabilitas

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Dian Hendrawan. Dalam sambutannya, Dian mengapresiasi kegiatan sebagai wadah apresiasi dan ruang ekspresi bagi anak berkebutuhan khusus, sekaligus menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil dan berkarya.

Irma menyampaikan bahwa penyelenggaraan ini juga mendapat perhatian dari pihak-pihak yang mendukung inklusi. Ia menyebut kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran Kang Fey dari Komunitas Disabilitas San Saouci Bogor.

Di sepanjang kegiatan, penampilan guest star Muhamad Avrizal dari Kecamatan Cigombong turut berperan sebagai pemantik semangat. Nday tampil memukau dengan seni tari Subali Sugriwa yang pernah ia bawakan di Malaysia beberapa tahun lalu, sehingga memberi contoh nyata bahwa kemampuan anak-anak dapat tumbuh melalui latihan dan dukungan lingkungan.

Acara berlangsung hingga sore hari dengan suasana haru

Rangkaian Kharisma Istimewa Budaya berlangsung hingga sore hari, diwarnai penampilan peserta dari berbagai kategori. Kehadiran dukungan fasilitas, layanan kesehatan, serta elemen hiburan membuat suasana terasa hangat dan penuh perhatian.

Irma menggambarkan penutupan acara sebagai momen yang membawa haru sekaligus kebahagiaan. Melalui perhelatan ini, penyelenggara menampilkan gagasan inklusi yang dirayakan bersama, ketika anak-anak berkebutuhan khusus diberi panggung untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka di tengah keramaian Plaza Jambu Dua Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x