
INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Galuga, Kota Bogor, memasuki hari kedelapan penanganan. Berdasarkan pemantauan visual di lokasi, kondisi kebakaran kini telah mencapai sekitar 99 persen padam, sementara petugas gabungan belum sepenuhnya meninggalkan kawasan tersebut.

Meski titik api yang tampak sudah berhasil dipadamkan, respons masih berlanjut karena potensi bara atau panas tersisa dari bagian bawah timbunan sampah. Pemerintah Kota Bogor melalui Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menyebut asap yang sebelumnya mengepul di sejumlah titik juga hampir seluruhnya hilang, namun pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan.
Penanganan kebakaran TPAS Galuga berlangsung bertahap sejak awal kejadian, hingga pada hari kedelapan seluruh titik api yang terlihat dinilai sudah berhasil dipadamkan. Di lapangan, kondisi yang semula dipenuhi kepulan asap kini jauh lebih terkendali, sehingga aktivitas penanganan bisa diarahkan pada tahap pengendalian akhir.
Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa pantauan kasat mata menunjukkan progres yang sangat besar, yakni sekitar 99 persen. Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan lanjutan tetap dibutuhkan, karena kebakaran di area timbunan sampah tidak selalu terlihat dari permukaan.

Selain pemantauan visual, Pemkot Bogor berencana melakukan pemantauan menggunakan alat geothermal. Tujuannya adalah mendeteksi kemungkinan masih adanya panas di bawah timbunan yang berpotensi memicu api kembali meski permukaan terlihat sudah aman.
Langkah ini penting mengingat karakter kebakaran di TPA umumnya terjadi karena akumulasi panas dan proses pembakaran yang bisa berlangsung di bagian dalam tumpukan sampah. Karena itu, meski asap hampir hilang, belum ada keputusan untuk menghentikan seluruh pengawasan.
Dalam tahap setelah pemadaman, pengelolaan risiko kebencanaan tidak berhenti begitu saja. Pemkot Bogor menyepakati agar masih ada personel dan unit pemadam kebakaran yang bersiaga di lokasi, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan masa pemadaman intensif.
Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa standar operasional tetap mengharuskan minimal satu unit mobil damkar standby, termasuk kelengkapan seperti selang yang menunjang. Penentuan komposisi personel selanjutnya diatur oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepala Pelaksana BPBD sesuai kebutuhan di lapangan.
Wakil Wali Kota Bogor juga menekankan adanya tahapan lanjutan setelah proses pemadaman selesai. Dalam kerangka penanganan kebencanaan, setelah pemadaman dilakukan evaluasi dan rehabilitasi untuk menilai dampak di lokasi serta memastikan penanganan berjalan sesuai standar.
Dengan kondisi yang sudah jauh lebih terkendali, fokus berikutnya bergeser dari pemadaman aktif menuju pengawasan, penilaian kondisi area, serta langkah rehabilitasi. Namun, karena potensi kebakaran susulan tetap ada, kesiapsiagaan petugas tetap dipertahankan sampai hasil pemantauan lanjutan benar-benar menunjukkan situasi aman.
Selain aspek teknis, Pemkot Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu penanganan kebakaran TPAS Galuga. Jenal Mutaqin mewakili masyarakat Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada petugas dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor yang berjibaku memadamkan api.
Senada, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bogor dan Bupati yang turut all out dalam proses pemadaman. Ia juga menyoroti kerja keras para petugas yang menghadapi keterbatasan alat dan kondisi lapangan selama penanganan berlangsung.






Tidak ada komentar