
INFOSENTULCITY.ID – Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor mulai menyiapkan 80 kader tingkat kecamatan melalui pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media sosial. Program ini digelar di Hotel Accram, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis 3 September 2026, dengan tujuan memperkuat peran kader sebagai penyampai informasi positif dan penghubung kebutuhan warga.

Ketua Katar Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan respons terhadap perubahan cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak lebih cepat, sehingga organisasi perlu beradaptasi agar tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, para kader dibekali dasar-dasar jurnalistik, mulai dari cara menyusun berita hingga penulisan narasi yang informatif. Materi juga mencakup pengelolaan media sosial, termasuk bagaimana mengemas konten agar mudah dipahami publik tanpa menghilangkan nilai akurasi.
Heri menekankan bahwa kader tidak hanya diarahkan memahami perubahan media, tetapi juga mampu menulis berita yang populis dan bermanfaat. Dengan bekal tersebut, diharapkan muncul kader yang bisa menghasilkan informasi yang relevan, terstruktur, dan sesuai kebutuhan masing-masing kecamatan.

Selain kemampuan membuat konten, kader diarahkan memanfaatkan media sosial Katar sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan di lingkungannya. Fokusnya bukan semata-mata menampilkan dokumentasi kegiatan organisasi, melainkan membangun kanal yang dapat menangkap isu secara cepat.
Heri menegaskan, ke depan media sosial Katar kecamatan tidak boleh hanya berisi aktivitas internal. Platform tersebut diharapkan menjadi wadah yang memungkinkan warga memberi informasi mengenai permasalahan sosial yang terjadi, sehingga respons pihak terkait bisa lebih terarah.
Heri menilai kecepatan menerima informasi menjadi salah satu faktor penting dalam merespons persoalan di masyarakat. Dengan jaringan Katar yang tersebar hingga level kecamatan, kader dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pihak-pihak yang berkompeten.
Ia berharap kader dapat menjadi pelopor media yang mempercepat proses penyelesaian masalah sosial. Upaya ini juga dinilai sejalan dengan kebutuhan publik yang cenderung mencari informasi secara cepat, termasuk ketika terjadi isu di lingkungan terdekat.
Pelatihan terhadap 80 kader tidak berhenti saat kegiatan berakhir. Heri menyebut pihaknya akan melakukan coaching secara rutin agar kemampuan kader terus berkembang, terutama dalam mengelola media sosial, menulis narasi, serta mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kader tidak dilepas begitu saja, melainkan dilatih berkelanjutan agar benar-benar menjadi content creator dan content writer yang profesional. Dengan pendampingan tersebut, diharapkan setiap kecamatan memiliki pengelola informasi yang konsisten dalam menyajikan konten, sekaligus mampu membaca kebutuhan warga.
Langkah ini menempatkan Karang Taruna sebagai simpul komunikasi yang lebih aktif, bukan hanya penggerak kegiatan sosial, tetapi juga penguat literasi informasi di tingkat lokal. Jika berjalan efektif, program kaderisasi ini dapat memperpendek jarak antara isu warga dan respons yang dibutuhkan di Kabupaten Bogor.






Tidak ada komentar