
INFOSENTULCITY.ID – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor resmi berakhir pada Jumat, 25 September 2026. Penutupan berlangsung di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Pajajaran, Kota Bogor, dengan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, sebagai pihak yang menabuh bedug tanda berakhirnya rangkaian kegiatan.

Selama empat hari pelaksanaan, MTQ yang diikuti peserta dari berbagai cabang dan bidang perlombaan itu menjadi ajang unjuk kemampuan para santri dan qari-qariah. Dalam momen penutupan, Denny Mulyadi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor menyerahkan trofi kepada para pemenang, sekaligus menegaskan arah pembinaan agar prestasi yang diraih bisa dibawa ke jenjang berikutnya.
Acara penutupan MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor digelar di PPIB, Jalan Pajajaran, yang menjadi lokasi strategis untuk kegiatan keagamaan berskala kota. Tabuhan bedug oleh Denny Mulyadi menandai berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan setelah proses seleksi berjalan selama beberapa hari.
Di lokasi yang sama, perwakilan Forkopimda ikut menyaksikan sekaligus memberikan dukungan simbolik pada para peserta. Penyerahan trofi dilakukan kepada para juara dari berbagai kategori, mencerminkan bahwa MTQ tidak hanya berfokus pada satu bidang kemampuan, melainkan mencakup ragam cabang tilawatil Quran.

Denny Mulyadi menyampaikan bahwa MTQ berlangsung selama empat hari dan peserta telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menilai potensi yang tampil dalam kompetisi tersebut dapat menjadi bekal Kota Bogor saat mengikuti MTQ pada level yang lebih tinggi.
Ia juga mengaitkan hasil di tingkat kota dengan target berikutnya, yaitu bersaing pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional. Menurutnya, prestasi tidak berhenti pada pengumuman pemenang, tetapi harus diterjemahkan menjadi peningkatan kemampuan yang lebih matang sebelum menghadapi kompetisi yang skalanya lebih luas.
Selain memberikan apresiasi kepada peserta, Denny Mulyadi menekankan pentingnya pembinaan secara berkelanjutan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor. Pembinaan ini dipandang krusial karena jeda antara MTQ tingkat kota dan kompetisi berikutnya membutuhkan program latihan yang terstruktur.
Dengan pembinaan yang konsisten, para juara diharapkan memiliki persiapan yang lebih matang, baik dari sisi penguasaan materi maupun kesiapan tampil di panggung kompetisi. Fokus pembinaan juga diharapkan tidak hanya mengejar hasil sesaat, melainkan membangun kualitas jangka panjang para peserta.
Pada pelaksanaan MTQ kali ini, sebanyak 58 pemenang dari berbagai cabang dan bidang yang berasal dari enam kecamatan se-Kota Bogor akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Bogor. Penyiapan ini diarahkan untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada April 2027.
Komposisi pemenang dari enam kecamatan menunjukkan bahwa persebaran pembinaan dan minat peserta tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. Bagi Kota Bogor, kondisi ini menjadi modal untuk memperluas basis pembinaan tilawatil Quran dan menjaga kesinambungan regenerasi peserta berprestasi.
Denny Mulyadi juga berharap penyelenggaraan MTQ di Kota Bogor ke depan berlangsung semakin semarak dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Ia menilai aspek publikasi, tata kelola, hingga konsep pelaksanaan perlu terus dievaluasi agar kegiatan berjalan lebih terukur.
Perbaikan tata kelola dapat berdampak pada kualitas pengalaman peserta maupun penonton, termasuk kelancaran alur kegiatan dan kesiapan fasilitas. Sementara itu, peningkatan publikasi berpotensi memperluas perhatian publik terhadap kegiatan keagamaan, sehingga MTQ tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga ruang pembelajaran dan apresiasi bagi masyarakat luas.
MTQ tingkat kota dengan skala peserta lintas kecamatan biasanya ikut menggerakkan aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat. Ketika para juara dipersiapkan untuk jenjang provinsi, warga umumnya turut menaruh perhatian, baik melalui dukungan moral maupun keterlibatan dalam kegiatan pendukung seperti latihan dan pendampingan komunitas.
Dengan target April 2027 di tingkat provinsi, tahapan pembinaan yang berkelanjutan juga dapat memengaruhi rutinitas latihan para peserta. Dampaknya terasa pada ekosistem pembelajaran tilawatil Quran, karena kualitas pembinaan yang terarah akan membentuk kesiapan peserta saat bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.






Tidak ada komentar