AMSO 2026 Lanud Atang Sendjaja Bogor, 2.897 Peserta Ikuti Olimpiade Matematika dan Sains

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Pendidikan - 23 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Festival Edukasi Sekolah Angkasa (FESA) kembali menghadirkan ajang bergengsi, Angkasa Mathematics and Science Olympiad (AMSO) ke-10 Tahun 2026. Di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, kompetisi olimpiade sains dan matematika ini diikuti ratusan pelajar, dengan total peserta nasional mencapai 2.897 siswa.

Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Pengurus Cabang Lanud Atang Sendjaja menyebut AMSO menjadi wadah seleksi kemampuan akademik sekaligus pemantik minat siswa di bidang Matematika, Fisika dan IPA, Geografi dan IPS, Ekonomi, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada penyelenggaraan ke-10 ini, terdata 180 peserta bersaing di tingkat Lanud ATS, berasal dari Sekolah Angkasa Lanud ATS dan sekolah-sekolah undangan di Kota dan Kabupaten Bogor.

AMSO 10 Tahun 2026, uji kemampuan di bidang matematika dan sains

Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Atang Sendjaja, Ny. Cornelia Picaulima, menjelaskan bahwa AMSO merupakan olimpiade sains dan matematika antar Sekolah Angkasa di seluruh Indonesia. Bentuk lombanya dirancang tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah dan memahami konsep lintas mata pelajaran.

Dalam pelaksanaan AMSO, siswa tidak berhenti pada satu jenis kompetensi. Mereka berhadapan dengan beragam kategori, mulai dari Matematika, hingga rumpun sains seperti Fisika/IPA. Ada pula materi sosial, yaitu Geografi/IPS, serta Ekonomi yang menguji cara berpikir berbasis logika dan keterkaitan konsep. Bidang TIK turut menjadi bagian penting, menyesuaikan kebutuhan literasi teknologi yang semakin relevan bagi pelajar.

180 peserta di Lanud Atang Sendjaja, 2.897 siswa tingkat nasional

Untuk edisi ke-10 tahun 2026, penyelenggaraan di Lanud Atang Sendjaja mencatat 180 peserta. Mereka berasal dari siswa Sekolah Angkasa setempat dan sekolah undangan dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, sehingga suasana kompetisi tidak hanya berpusat pada satu lingkungan pendidikan.

Di level yang lebih luas, total peserta AMSO mencapai 2.897 orang. Angka ini menunjukkan bahwa seleksi kemampuan akademik melalui olimpiade memiliki daya tarik yang kuat, sekaligus memperlihatkan skala jejaring Sekolah Angkasa yang tersebar di berbagai daerah. Dengan jumlah sebesar itu, proses kompetisi juga menjadi lebih menantang karena siswa berhadapan dengan standar kemampuan yang beragam.

Tujuan AMSO untuk pengembangan bakat, minat, dan pembelajaran

Ny. Cornelia menegaskan tujuan utama AMSO adalah mewadahi murid dari jenjang SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA. Baik siswa yang berasal dari Sekolah Angkasa maupun sekolah undangan, semuanya diberi ruang untuk mengembangkan bakat dan minat sejak dini.

Kompetisi ini juga diarahkan untuk memotivasi siswa sekaligus guru. Melalui rangkaian lomba, kemampuan intelektual diasah, sementara aspek emosional dan spiritual turut diperhatikan. Yasarini memandang kegiatan seperti ini sebagai cara untuk memperkuat mutu pembelajaran, sekaligus menyiapkan kader-kader juara yang nantinya bisa bersaing pada jenjang provinsi, nasional, hingga internasional.

Pelibatan sekolah umum di luar Sekolah Angkasa memperluas persaingan

Hal yang menonjol pada AMSO tahun ke-10 ini adalah pelibatan sekolah-sekolah umum di luar lingkungan Sekolah Angkasa. Langkah tersebut membuat kompetisi tidak hanya menjadi ajang internal, melainkan juga ruang bertemu bagi siswa dari berbagai latar pendidikan.

Yasarini Pengurus Cabang Lanud Atang Sendjaja menyebut sekolah mitra yang diundang mencakup beberapa jenjang. Untuk jenjang SMA, peserta berasal dari SMAN 10 Kota Bogor, SMAN 1 Rancabungur, dan SMA Yadika 1. Jenjang SMP diwakili SMP Islam Terpadu Birrul Waalidain dan SMPIT Ummul Quro. Sementara jenjang SD melibatkan SDIT Birrul Walidain, SDN Semplak 1, serta SDN Semplak 2.

Sinergi sekolah di Bogor, target lahirkan generasi cerdas berkarakter

Melalui keikutsertaan sekolah-sekolah mitra, penyelenggaraan AMSO di Bogor menjadi ajang sinergi yang menghubungkan berbagai ekosistem pendidikan. Yasarini berharap kolaborasi antarsekolah dapat membantu melahirkan generasi muda yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter, baik di tingkat lokal maupun pada lintasan kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan format lomba yang mencakup matematika, sains, dan teknologi, AMSO juga memberi gambaran konkret tentang arah penguatan kemampuan akademik siswa. Ketika siswa bertemu soal-soal lintas bidang, mereka belajar mengelola pengetahuan, mengasah logika, dan membangun keberanian untuk bersaing pada standar yang lebih luas.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x