10 Kebakaran di Kabupaten Bogor Saat Kemarau, Damkar Ingatkan Warga

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Peristiwa - 15 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Dalam satu hari di Kabupaten Bogor, petugas pemadam kebakaran mencatat 10 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Ismambar Fadli, menyebut sebagian besar dugaan penyebabnya terkait aktivitas pembakaran sampah di area terbuka, sementara kondisi cuaca yang cenderung kering membuat api lebih mudah menjalar.

Peristiwa terjadi sejak pagi hingga malam dan meliputi wilayah seperti Kecamatan Cileungsi, Gunung Sindur, Gunung Putri, Klapanunggal, Citeureup, Rumpin, serta Cibungbulang yang mencakup kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Dari rangkaian kejadian tersebut, TPA Galuga disebut menjadi salah satu lokasi yang mengalami kebakaran pada hari yang sama.

Cuaca kering memperbesar risiko kebakaran di permukiman dan lahan terbuka

Ismambar Fadli menekankan bahwa musim kemarau dengan lingkungan yang kering berpotensi meningkatkan daya sebar api. Saat material di sekitar mudah terbakar, percikan kecil dari aktivitas sehari-hari bisa berubah menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama jika tidak ada pengawasan atau tidak segera ditangani.

Imbauan ini tidak hanya ditujukan kepada warga di lingkungan permukiman, melainkan juga kepada mereka yang beraktivitas di lahan kosong atau area terbuka. Di lokasi seperti itu, kebiasaan membakar sampah atau menjemur barang tertentu bisa memperbesar peluang munculnya titik api, kemudian merembet ke semak, tumpukan bahan mudah terbakar, hingga bangunan di sekitarnya.

Pembakaran sampah jadi faktor dominan penyebab kebakaran

Menurut Ismambar Fadli, dari kejadian yang tercatat, pembakaran sampah di lahan terbuka menjadi faktor yang paling sering ditemukan. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah dan tidak menjemur atau memproses barang yang berpotensi menimbulkan percikan api, karena percikan tersebut bisa memicu kebakaran saat kondisi sekitar sedang kering.

Aktivitas pembakaran yang dilakukan tanpa kontrol, misalnya di area yang tidak memiliki sekat pengaman atau tanpa penanganan cepat ketika api mulai membesar, dapat membuat api merembet tidak terkendali. Dalam kasus seperti ini, kebakaran tidak lagi berhenti pada satu titik, tetapi berkembang mengikuti arah angin dan ketersediaan bahan mudah terbakar di sekelilingnya.

TPA Galuga masuk dalam daftar lokasi kebakaran sehari itu

Dalam satu hari tersebut, kebakaran juga dilaporkan terjadi di TPA Galuga. Keberadaan TPA dengan tumpukan material dan area luas membuat penanganan kebakaran memerlukan respons cepat dan koordinasi yang baik, karena api dapat menyebar dari satu sektor ke sektor lain.

Petugas tetap mengantisipasi agar titik api tidak bertambah luas, mengingat kondisi cuaca yang mendukung api untuk bergerak lebih cepat. Ismambar Fadli menyebut kejadian berlangsung dalam rentang pagi hingga malam, sehingga pemantauan tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi sepanjang hari.

Imbauan khusus untuk pengelola vila di kawasan Puncak

Selain warga sekitar, imbauan untuk tidak membakar sampah juga diarahkan kepada pengelola vila di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung. Area wisata dan hunian musiman kerap memiliki aktivitas pengelolaan kebersihan yang berlangsung rutin, termasuk pembuangan sampah dan pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Dalam situasi kemarau, kebiasaan yang tampak sepele seperti membakar sisa bahan atau menyingkirkan sampah dengan cara pembakaran bisa menjadi pemicu kebakaran. Karena itu, pengelola diminta memastikan prosedur pembuangan sampah dilakukan dengan cara aman serta meminimalkan potensi munculnya percikan api di sekitar area bangunan.

Langkah pencegahan yang diminta Damkar

Damkar mengarahkan agar warga memastikan tidak ada aktivitas yang menghasilkan percikan api di sekitar rumah maupun lahan terbuka. Permintaan ini mencakup larangan membakar sampah dan kehati-hatian saat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pemanasan atau penjemuran barang yang berpotensi menimbulkan api.

Dengan banyaknya kejadian dalam satu hari, petugas memandang pencegahan sebagai bagian penting agar kebakaran tidak berulang pada hari berikutnya. Pengawasan di tingkat lingkungan, terutama di area yang kering dan mudah terbakar, menjadi kunci untuk mencegah munculnya titik api sejak awal.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x