
INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dipastikan tidak bermula dari timbunan sampah aktif. Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan, api diketahui berasal dari area ladang atau lahan pertanian yang bersebelahan langsung dengan lokasi TPA.

Informasi ini disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat meninjau lokasi kejadian, menyusul kekhawatiran warga yang sempat mengaitkan kebakaran dengan aktivitas pembuangan sampah. Pemkab Bogor juga menyebutkan bahwa kobaran api kemudian merambat ke sejumlah area di sekitarnya, termasuk kawasan pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.
Rudy Susmanto menegaskan sumber awal kebakaran berada di area ladang atau lahan pertanian yang lokasinya berdampingan dengan TPA Galuga. Pernyataan ini sekaligus menjadi penjelasan untuk meluruskan dugaan publik bahwa api bersumber dari tempat pembuangan yang masih aktif.
Menurut Rudy, sampah yang terlihat ikut terbakar ada di lokasi pembuangan yang tidak lagi digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor. Dengan kata lain, kebakaran lebih menggambarkan peristiwa perambatan dari lahan sekitar yang kemudian mengenai area lama, bukan penyalaan dari timbunan sampah yang sedang berjalan.

Proses pemantauan di lapangan menunjukkan kobaran api meluas dan meninggalkan jejak rambatan. Berdasarkan pantauan terakhir, luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, dihitung dari luasan yang terbakar serta bekas rambatan api di sekitar lokasi.
Hingga penanganan berlangsung, masih terdapat empat titik api yang menyala. Kondisi ini membuat petugas harus menjaga fokus pemadaman agar tidak terjadi penyebaran lanjutan, terutama karena arah angin bergerak ke timur.
Upaya pemadaman dilakukan dengan pengaturan strategi di lapangan. Pemkab menyebutkan tiga unit beko dikerahkan untuk membuat parit di sepanjang garis hijau yang ditetapkan sebagai pagar pembatas, tujuannya agar api tidak merambat ke area lain.
Rudy juga menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi kendala akses. Titik api berada di bagian belakang kawasan TPA, sehingga jalur untuk menjangkau sumber api tidak langsung. Petugas kemudian menyambungkan selang pemadam hingga jarak sekitar 400 sampai 500 meter untuk mencapai titik api.
Meskipun tekanan air semakin menurun akibat jarak yang cukup jauh, pemadaman tetap dijalankan secara bersama-sama. Artinya, operasi pemadaman mengandalkan koordinasi lintas unsur, termasuk pembagian peran untuk menjaga aliran air dan memastikan titik nyala bisa dikendalikan.
Dalam penanganan kebakaran, Pemerintah Kabupaten Bogor melibatkan berbagai pihak. Di antaranya Polres Bogor, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan, serta unsur terkait lainnya yang bertugas dalam dukungan operasional di lokasi.
Untuk mendukung proses pemadaman serta optimasi distribusi air dan akses kendaraan, pelayanan TPA Galuga ditutup sementara selama satu hari pada 8 September 2026. Penutupan sementara ini diharapkan membantu petugas bergerak lebih leluasa di area sekitar lokasi kejadian.
Terkait penyebab kebakaran, Rudy menyampaikan hingga saat peninjauan belum dapat disimpulkan. Fokus utama masih diarahkan pada pemadaman dan pencegahan agar api tidak menjalar lebih jauh, mengingat masih ada titik nyala yang memerlukan penanganan intensif.
Dengan adanya pernyataan bahwa sumber awal berasal dari lahan pertanian di sekitar TPA, proses investigasi selanjutnya menjadi penting untuk memastikan faktor pemicu di area ladang tersebut. Penanganan lintas unsur juga menunjukkan bahwa kebakaran di kawasan TPA tidak hanya soal memadamkan api, tetapi juga mengelola risiko perambatan dan akses operasional selama kejadian berlangsung.






Tidak ada komentar