UMKM Naik Kelas 2026 Bogor Tutup Program dengan Bazar di Lapangan Sempur

4 menit membaca View : 15
Abdul Halim
Ekonomi, News - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Program Pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Naik Kelas Kota Bogor 2026 resmi berakhir setelah rangkaian kegiatan berjalan selama beberapa bulan. Penutupan dilakukan melalui bazar hasil kerja sama Koordinator Daerah (Korda) Pendamping UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 dengan Koperasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor pada Minggu, 6 September, di Lapangan Sempur, Kota Bogor.

Acara ini menjadi panggung bagi pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka langsung kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Korda UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026, Natali, menegaskan bahwa kehadiran DWP Kota Bogor berperan sebagai dukungan penguatan ekosistem UMKM, terutama lewat akses pemasaran dan perluasan jejaring antarpelaku usaha lokal.

Kolaborasi Pendamping UMKM dan DWP Dorong Akses Pemasaran

Natali menjelaskan, mendorong UMKM agar naik kelas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga memastikan pelaku usaha memperoleh ruang bertemu pasar dan membangun koneksi yang lebih luas. Program ini melibatkan dua pendamping selama masa berjalan, yaitu Rosalina Anggraeni dan Abu Ubaidah, yang mendampingi para peserta agar mampu mengembangkan usaha secara lebih terarah.

Model pendampingan seperti ini biasanya berpengaruh pada cara pelaku UMKM membaca peluang pasar. Ketika pelaku usaha tidak hanya berjualan, tetapi juga diarahkan untuk memahami kebutuhan pembeli, mereka cenderung lebih siap mengatur strategi produk, layanan, hingga cara promosi. Pada penutupan program, harapan tersebut terlihat dari fokus bazar sebagai ruang interaksi langsung antara pelaku UMKM dan konsumen.

Bazar Penutupan Jadi Ruang Promosi dan Pertemuan Peluang Kolaborasi

Bazar UMKM Naik Kelas yang digelar di Lapangan Sempur bukan sekadar ajang promosi dan transaksi penjualan. Kegiatan ini juga dirancang sebagai momentum mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang kolaborasi, baik sesama pelaku usaha maupun pihak-pihak yang potensial menjadi mitra.

Dengan format bazar, peserta mendapat pengalaman yang berbeda dibanding penjualan rutin. Mereka belajar mempresentasikan produk, merespons pertanyaan pembeli, serta menyesuaikan cara menawarkan produk sesuai respons pasar. Natali menyebut bahwa rangkaian program yang disertai bazar diharapkan membawa perubahan nyata bagi para peserta, termasuk agar usaha semakin tertata, omzet meningkat, dan pasar menjadi lebih luas.

Peserta Rasakan Dampak Pendampingan, Fokus Branding dan Strategi Jualan

Salah satu peserta bazar, brand D’Camilan Shazia, Ira Yuliana, mengaku merasakan dampak langsung dari empat bulan pendampingan. Ira menyampaikan bahwa sebelum mengikuti program, penjualan brand mereka banyak mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut dan penjualan online yang masih berjalan seadanya.

Setelah mengikuti pendampingan, Ira mengatakan mereka menjadi lebih memahami branding, cara mengemas produk, hingga strategi jualan saat bazar seperti yang berlangsung pada hari penutupan. Ia menilai pengalaman dua hari bazar sebagai momen paling berkesan karena memungkinkan mereka bertemu pembeli secara langsung sekaligus menerima umpan balik, serta memperluas jejaring dengan sesama pelaku UMKM.

“Bazar ini bukan cuma jualan. Kami belajar melayani, belajar presentasi produk, dan yang paling penting ketemu banyak relasi baru,” ujar Ira.

Materi Pemasaran Digital dan Pengelolaan Keuangan Dinilai Perlu Dilanjutkan

Ira juga menyoroti materi pendampingan yang diberikan. Menurutnya, materi terkait pemasaran digital dan pengelolaan keuangan perlu benar-benar diterapkan agar usaha semakin profesional. Harapan Ira, setelah program selesai, D’Camilan Shazia bisa lebih tertata, bukan hanya mengejar peningkatan omzet, tetapi juga memperbaiki cara mengelola usaha.

Ia menekankan agar ilmu dari mentor dan pendamping tidak berhenti di masa program. Catatan-catatan selama pendampingan akan dipraktikkan, termasuk evaluasi berkelanjutan terhadap strategi pemasaran dan pengelolaan operasional. Ira juga menyebut adanya target perkembangan dalam beberapa bulan ke depan agar perubahan yang dirasakan selama pendampingan bisa berlanjut dan terlihat pada kinerja usaha.

33 UMKM Ikut Bazar Akhir, Hadirkan Beragam Produk Unggulan

Dari seluruh rangkaian program, bazar akhir UMKM Naik Kelas 2026 di Kota Bogor diikuti oleh 33 UMKM binaan. Selain D’Camilan Shazia, beberapa brand lain yang turut meramaikan bazar antara lain Nu’Tri Bakery, Omah Craft, dan Laksa Abah Untung Cikeumeuh.

Keberagaman produk yang ditampilkan memperlihatkan arah program yang menekankan peningkatan kualitas sekaligus kemampuan pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Saat penutupan berlangsung di Lapangan Sempur, setiap stan memberi ruang bagi pengunjung untuk mencoba dan mengenal produk lokal, sementara peserta berupaya memperluas jejaring yang dapat mendukung kelangsungan usaha setelah program pendampingan selesai.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x