Antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau, Disdamkarmat Bogor semprot light water spray

3 menit membaca View : 10
Abdul Halim
News, Peristiwa - 06 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Disdamkarmat Kabupaten Bogor menggelar langkah antisipasi penyebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terpantau memengaruhi wilayah Bogor. Penanganan dilakukan melalui penyemprotan metode light water spray di area-area dengan mobilitas warga tinggi, termasuk jalan utama, pasar, serta titik pusat pemerintahan.

Kegiatan penyemprotan digerakkan mulai sekitar pukul 11.00 WIB dan dilakukan secara serentak oleh personel dari sejumlah sektor. Fokusnya adalah menekan potensi udara tercemar debu agar aktivitas warga tetap berjalan dengan lebih nyaman dan lingkungan tetap terjaga kebersihannya.

Light water spray serentak di 11 wilayah perkotaan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan agar penyemprotan berlangsung bersamaan di masing-masing wilayah sektor. Langkah ini dinilai lebih efektif karena sebaran debu dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan partikel di udara.

“Untuk mengantisipasi udara tercemar debu Anak Krakatau, jam 11.00 WIB saya minta anggota secara serentak melakukan light water spray di wilayah perkotaan masing-masing sektor,” ujar Yudi Santosa.

Menurut rencana operasional, total 11 wilayah menjadi sasaran penyemprotan. Pengaturan rute dan titik sasaran disesuaikan dengan karakter tiap kecamatan, terutama area yang paling sering dilalui warga.

Prioritas penyemprotan di pasar dan jalan utama

Di Ciawi, penyemprotan dimulai dari kawasan pasar hingga menuju RSUD, dengan pertimbangan rumah sakit dan area perdagangan merupakan ruang yang membutuhkan kualitas udara lebih bersih. Sementara di Ciomas, petugas melakukan penyemprotan dari sekitar kantor kecamatan, kemudian bergerak ke sektor Damkar, termasuk area Pasar Parung.

Di Parungpanjang, titik penyemprotan berada di sekitar sektor Damkar. Untuk Cibinong, petugas menyasar sepanjang kawasan Jalan Tegar Beriman dan Pakansari. Pendekatan ini menunjukkan bahwa rute ditata mengikuti koridor aktivitas harian, sehingga efek penurunan debu di udara diharapkan lebih terasa bagi warga.

Rute menyebar dari Metland hingga Babakan Madang

Langkah serupa juga diterapkan di Cileungsi dengan fokus di sekitar Metland. Di Cariu, petugas melakukan light water spray di area sekitar Kantor Kecamatan Cariu. Untuk Babakan Madang, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Bellanova, lalu berlanjut ke area kantor kecamatan dan Pasar Babakan Madang.

Di Citeureup, petugas menyasar dari titik Tugu Pancakarsa hingga lampu merah Kandang Roda. Sedangkan di Leuwiliang, penyemprotan menyasar kawasan pasar hingga kantor kecamatan. Di Gunung Putri, petugas melakukan penyemprotan pada jalan utama yang berada di sekitar sektor Damkar.

Alasan area pusat aktivitas menjadi fokus

Dalam penataan lapangan, jalan utama dan pasar menjadi perhatian utama karena merupakan titik dengan mobilitas warga cukup tinggi. Saat debu vulkanik meningkat, paparan partikel dapat lebih mudah terjadi pada orang yang beraktivitas di ruang terbuka yang padat.

Selain itu, kawasan pusat pemerintahan turut disasar. Pertimbangan kebersihan lingkungan dan kelancaran aktivitas layanan publik menjadi alasan penyemprotan diarahkan ke area yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan administrasi pemerintahan.

Dengan penyemprotan yang terjadwal dan menyebar di banyak kecamatan, Disdamkarmat berupaya membangun respons cepat terhadap kondisi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara. Operasi seperti ini juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak aktivitas gunung api, terutama saat sebaran abu mulai terpantau menyentuh wilayah pemukiman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x