
INFOSENTULCITY.ID – Kawasan Bomang, Kabupaten Bogor, terus digerakkan menjadi salah satu titik penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian secara kolaboratif. Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakencana turun langsung bersama kelompok tani dan perangkat daerah untuk melakukan penataan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman agar produktivitas meningkat.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 mulai pukul 08.00 WIB ini berpusat di Jalan Raya Bomang. Pelibatan personel satgas, kelompok tani, serta tim pendukung dari berbagai instansi menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan lapangan berjalan terukur dan berkelanjutan.
Mayor Inf Eka P menegaskan bahwa pengelolaan kawasan pertanian dilakukan secara bertahap. Pola bertahap dipilih agar seluruh hamparan dapat dimanfaatkan secara optimal, bukan sekadar ditanami dalam satu waktu, tetapi dirawat dengan standar yang jelas sejak persiapan hingga pemeliharaan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, satgas melakukan pengecekan dan perawatan lahan secara berjenjang, termasuk penyiraman, pembuatan bedengan, penanaman, serta penataan area. Fokusnya adalah menjaga kondisi agar tanaman tumbuh stabil, sekaligus mempersiapkan ruang produksi untuk tahap berikutnya.

Satgas bersama Kelompok Tani Suryakancana melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus pembagian tugas bagi tiap tim. Penyiraman dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari di area 12, 13, 14, dan 15. Jadwal pemeliharaan yang konsisten ini menjadi faktor penting untuk menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara merata.
Selain pemeliharaan, penguatan infrastruktur lahan juga berjalan. Pengembangan dilakukan melalui pembuatan bedengan baru di area 16 dan 17, sehingga kapasitas tanam bisa terus ditingkatkan. Di sejumlah titik, alat berat juga dikerahkan untuk meratakan lahan, salah satunya menggunakan dozer dan beko di area 2 sebagai persiapan pengembangan areal tanam berikutnya.
Di area 14, tim melakukan penanaman bibit cabai dan tomat pada lubang mulsa yang telah disiapkan. Penggunaan mulsa membantu menjaga kondisi tanah agar lebih stabil, sekaligus mendukung efisiensi pemeliharaan tanaman.
Untuk mendukung pertumbuhan tomat, dilakukan pemasangan turus sebagai penyangga. Langkah ini berhubungan langsung dengan kualitas tanaman, karena penyanggaan yang baik membantu tanaman tumbuh lebih terarah, mengurangi risiko kerusakan akibat rebahan, dan berpotensi meningkatkan hasil panen.
Program ini melibatkan unsur Korem 061/SK, tim penggerak lapangan, hingga tim pendukung dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, serta Dinas Peternakan. Kolaborasi juga melibatkan Kelompok Tani Suryakancana sebagai pelaksana teknis di tingkat lapangan.
Mayor Inf Eka P menekankan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan pertanian tidak berdiri sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dinas teknis, dan kelompok tani menjadi penentu agar lahan yang ada benar-benar produktif dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ketahanan pangan.
“Kita ingin kegiatan ini terus berjalan dan dikerjakan bersama-sama. Dengan sinergi yang baik, lahan yang ada bisa semakin produktif dan memberikan manfaat bagi penguatan ketahanan pangan,”
Dengan langkah penataan yang berkelanjutan, pembagian tugas yang jelas, serta perawatan rutin di beberapa area, kegiatan di Bomang diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lahan yang lebih efektif. Upaya ini juga menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat diperkuat melalui kerja lapangan yang konsisten, dari persiapan lahan hingga tanaman siap tumbuh dan dirawat hingga panen.






Tidak ada komentar