Revitalisasi Pasar Merdeka Kota Bogor Capai 90 Persen, Ini Skema Sewa

4 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Ekonomi, News - 03 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Proyek revitalisasi Pasar Merdeka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terus dikebut dan kini progresnya sudah lebih dari 90 persen. Seiring pembangunan mendekati tahap akhir, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mulai menetapkan skema harga sewa untuk pedagang yang akan menempati kios maupun los di pasar tersebut.

Penetapan tarif ini menjadi pegangan penting bagi pedagang, terutama yang saat ini masih berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS). PPJ juga menyiapkan langkah relokasi dan pengaturan area luar bangunan agar fasilitas penunjang, termasuk parkir, bisa tertata dengan baik setelah perpindahan dilakukan.

Progres revitalisasi Pasar Merdeka Bogor di atas 90 persen

Menurut Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, bangunan utama Pasar Merdeka sudah rampung. Saat ini, pekerjaan masih menyisakan tahapan akhir sebelum pedagang dapat mulai menempati kios maupun los yang tersedia.

Jenal menegaskan, penataan area luar bangunan baru bisa dikerjakan setelah pedagang masuk dari TPS ke dalam pasar. Dengan begitu, proses pengerjaan tidak mengganggu perpindahan aktivitas perdagangan dan fasilitas penunjang dapat diselesaikan secara lebih tertib.

Skema harga sewa kios Pasar Merdeka dan hitungan biaya

PPJ menetapkan harga sewa kios dengan dua pilihan masa sewa. Untuk masa sewa satu tahun, tarif ditetapkan sebesar Rp1,8 juta per meter persegi. Jika pedagang memilih skema 20 tahun, tarifnya menjadi Rp36 juta per meter persegi.

Untuk gambaran, pedagang yang menyewa kios seluas empat meter persegi dengan skema tahunan perlu menyiapkan sekitar Rp7,2 juta. Sementara itu, bila memilih skema 20 tahun untuk luas yang sama, biaya yang harus disiapkan mencapai sekitar Rp144 juta.

Jenal menyebutkan bahwa harga sewa tersebut sudah termasuk komponen pajak. Artinya, pedagang tidak perlu menambah perhitungan pajak di luar nominal tarif yang ditetapkan PPJ.

Harga sewa los lebih rendah, skema satu tahun dan 20 tahun

Selain kios, PPJ juga menyiapkan opsi sewa untuk los. Tarif sewa los dipatok lebih rendah dibanding kios, yaitu Rp1,55 juta per meter persegi per tahun. Untuk skema 20 tahun, tarif los ditetapkan sebesar Rp31 juta per meter persegi.

Perbedaan tarif ini memberi ruang pilihan bagi pedagang dengan kebutuhan ruang yang berbeda. Dengan adanya dua skema masa sewa, pedagang dapat menyesuaikan strategi usaha, apakah lebih mengutamakan fleksibilitas jangka pendek atau kepastian lokasi dalam jangka panjang.

Prioritas relokasi dari TPS dan pengaturan fasilitas luar pasar

Selain soal tarif, Jenal memastikan pedagang yang saat ini menempati TPS akan mendapat prioritas untuk direlokasi ke Pasar Merdeka. Langkah ini dinilai penting karena revitalisasi tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga kelangsungan usaha pedagang yang terdampak proses penataan.

Dalam penjelasannya, Jenal menyampaikan bahwa setelah pedagang masuk, barulah PPJ dapat merapikan bagian luar pasar. Contoh fasilitas penunjang yang akan ditata adalah lahan parkir, yang biasanya menjadi elemen krusial untuk kenyamanan pengunjung dan kelancaran arus keluar-masuk barang dagangan.

Ruang untuk PKL, dan target kapasitas pasar belum terpenuhi

PPJ tidak hanya menampung pedagang eksisting dari TPS, tetapi juga menyediakan ruang khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) yang menjual barang loak dan barang bekas. Penataan ruang ini diharapkan membantu mengurangi potensi penumpukan aktivitas di luar area pasar sekaligus memberi wadah perdagangan yang lebih terintegrasi.

Hingga saat ini, sekitar 200 pedagang tercatat telah melakukan pemesanan atau booking tempat untuk berjualan di Pasar Merdeka. Jumlah tersebut masih di bawah target kapasitas pasar yang dirancang untuk menampung hingga 450 pedagang.

Jenal juga menyebut pihaknya tengah mengupayakan sejumlah insentif bagi pedagang yang berminat masuk ke pasar. Ia menilai adanya skema keringanan dapat membantu mempercepat pengisian ruang, sekaligus mendorong pedagang untuk segera menempati kios maupun los yang tersedia.

Revitalisasi mulai dikerjakan 2024, nilai investasi sekitar Rp50 miliar

Proyek revitalisasi Pasar Merdeka mulai dikerjakan pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar yang berasal dari pihak investor. Setelah selesai, pasar direncanakan menjadi pusat perdagangan yang menampung pedagang eksisting dari TPS Merdeka, penjual barang loak dan onderdil bekas, serta PKL yang terdampak penataan kawasan.

Selain area Pasar Merdeka, penataan juga mencakup Jalan Semeru dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Dengan target kapasitas hingga 450 pedagang, proses pengisian tempat menjadi penentu keberhasilan revitalisasi, baik dari sisi ekonomi pedagang maupun kenyamanan pengunjung saat pasar beroperasi penuh.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x