Kecelakaan Tol Jagorawi KM 30B, Suzuki Carry Terbalik di Citeureup Bogor

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Peristiwa - 01 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 30B, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Selasa 1 September 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Sebuah unit Suzuki Carry terbalik setelah mengalami patah baut roda bagian kiri belakang, sehingga muatan pisang yang dibawa ikut berhamburan dan sempat mengganggu arus di lokasi.

Menurut keterangan Kepala Induk PJR Tol Jagorawi, Kompol Jajuli, kendaraan tersebut melaju dari arah Bogor menuju Jakarta melalui lajur 1. Saat tiba di tempat kejadian perkara, kendaraan mengalami patah baut roda kiri belakang. Kondisi ini membuat pengemudi melakukan upaya mengendalikan kendaraan dengan membanting setir ke kanan, namun kendaraan akhirnya oleng hingga terbalik.

Muatan pisang berhamburan, arus sempat terganggu di Tol Jagorawi

Setelah terbalik, kendaraan berhenti dengan posisi roda kiri berada di atas, menghadap ke arah barat. Posisi tersebut berada di antara lajur 1 dan 2, sehingga berpotensi menghambat kendaraan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Dari video yang diterima di lapangan, terlihat muatan pisang dalam jumlah cukup banyak keluar dan berhamburan setelah insiden berlangsung.

Gangguan lalu lintas biasanya tidak hanya berasal dari posisi kendaraan yang tidak normal, tetapi juga dari kondisi barang muatan yang tercecer. Dalam kasus ini, hamburan pisang membuat area sekitar kendaraan semakin perlu penanganan agar arus kembali berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna jalan.

Diduga dipicu patahnya baut roda kiri belakang

Kompol Jajuli menjelaskan bahwa berdasarkan laporan petugas, faktor yang memengaruhi kecelakaan diduga karena baut roda kendaraan mengalami patah. Kerusakan pada komponen roda, terutama baut yang berfungsi menahan roda pada poros, dapat memicu ketidakstabilan kendaraan saat melaju. Ketika pengemudi merasakan kendaraan mulai tidak terkendali, respons cepat seperti membanting setir memang dapat dilakukan, tetapi tetap berisiko menyebabkan kendaraan oleng bila kontrol terganggu.

Dalam insiden ini, proses dari patah baut roda hingga kendaraan terbalik terjadi relatif cepat. Kendati demikian, informasi awal yang disampaikan petugas menekankan bahwa penyebab utama masih mengarah pada kegagalan komponen roda, bukan faktor lain seperti tabrakan dengan kendaraan lain.

Tidak ada korban jiwa, penanganan dilakukan petugas di lokasi

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Penanganan di tahap awal biasanya mencakup pengaturan arus, memastikan keselamatan pengguna jalan di sekitar titik kejadian, serta membantu proses pembersihan dan penataan kondisi kendaraan dan muatan.

Karena kendaraan berada di antara lajur 1 dan 2, koordinasi penanganan menjadi penting agar kendaraan tidak terus menjadi penghalang bagi arus yang melintas. Kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas juga dapat memengaruhi durasi pengalihan, meski detailnya tidak disebutkan dalam informasi awal.

Laka Ciawi tangani perkara, evaluasi keselamatan jadi fokus

Perkara kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani oleh petugas Laka Ciawi. Tahap lanjutan biasanya melibatkan pemeriksaan lebih detail terhadap kondisi kendaraan, termasuk memastikan komponen roda yang patah, mengecek kemungkinan faktor teknis lain, serta menelusuri kronologi pergerakan kendaraan sebelum insiden.

Insiden seperti ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin pada kendaraan niaga, terutama bagian roda dan sistem pengikatnya. Pengecekan berkala dapat membantu mencegah kegagalan komponen yang berujung pada kecelakaan, sekaligus mengurangi risiko kerusakan muatan dan gangguan arus di jalan tol.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x