
INFOSENTULCITY.ID – Kabar mengenai Gedung Graha Merah Putih (GMP) milik Telkom di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tengah ramai dibahas di media sosial. Publik menyoroti dugaan gedung tersebut akan dimanfaatkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk isu penggunaan sebagian lantai dan rencana relokasi karyawan.

Sejumlah unggahan di media sosial menyebut bangunan 14 lantai itu akan dipakai BGN, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pemanfaatan aset perusahaan, serta nasib ratusan pekerja Telkom yang selama ini berkantor di gedung tersebut. Meski demikian, detail yang beredar belum semuanya memiliki penjelasan resmi.
Di tengah ramainya percakapan publik, pihak Telkom memberikan sinyal terkait isu yang beredar. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, saat dimintai tanggapan menyampaikan jawaban singkat, “Infonya begitu”. Pernyataan ini dipahami sebagai konfirmasi bahwa kabar tersebut memang sedang berkembang dan menjadi perhatian di internal maupun publik.
Di luar isu spesifik Graha Merah Putih, Telkom juga tengah menjalankan program optimalisasi aset properti. Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT), Suratman, menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi aset perusahaan. Menurutnya, optimalisasi dilakukan dengan berpedoman pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta ketentuan bisnis yang berlaku.

Telkom juga mengaitkan proses ini dengan konsolidasi dan efisiensi ruang kerja di lingkungan TelkomGroup. Perusahaan menegaskan kebijakan optimalisasi tidak dimaksudkan mengganggu operasional atau layanan kepada pelanggan. Selain itu, komitmen terhadap keberlangsungan kegiatan tenant yang masih menggunakan gedung-gedung milik perusahaan juga ditekankan.
Baca Juga“Kami juga berkomitmen penuh untuk menjaga kepastian dan keberlangsungan kegiatan para tenant yang saat ini berada di gedung-gedung kami,” kata Suratman.
Salah satu bagian yang paling banyak diperdebatkan adalah kabar relokasi karyawan. Beredar informasi bahwa sekitar 500 karyawan Telkom akan dipindahkan dari Gedung Graha Merah Putih apabila gedung tersebut nantinya digunakan BGN. Ada pula narasi yang menyebut gedung akan dikosongkan pada 30 September 2026.
Meski Telkom sebelumnya telah membahas konsolidasi dan optimalisasi ruang kerja, perusahaan belum mengumumkan rincian menyeluruh terkait relokasi karyawan yang dikaitkan langsung dengan rencana penggunaan gedung oleh BGN. Karena itu, informasi mengenai jumlah karyawan dan tenggat waktu pengosongan masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Graha Merah Putih merupakan aset Telkom yang berada di kawasan The Telkom Hub, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Gedung tersebut menjadi salah satu lokasi aktivitas TelkomGroup. Ketika muncul kabar bahwa sebagian lantainya akan digunakan BGN, perhatian publik meningkat karena BGN merupakan lembaga pemerintah yang memiliki peran besar dalam pelaksanaan program MBG.
Di media sosial, pembahasan tidak hanya berhenti pada perpindahan kantor, tetapi juga melebar ke aspek tata kelola aset. Banyak yang mempertanyakan bagaimana aset perusahaan negara dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lembaga pemerintah, termasuk apakah prosesnya akan berjalan lewat skema sewa, kerja sama pemanfaatan aset, atau mekanisme lain yang biasanya mengikuti prosedur pengadaan dan aturan internal perusahaan.
Suratman menegaskan bahwa setiap potensi kerja sama dengan pihak mana pun, termasuk instansi pemerintah, akan mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku.
Sampai saat ini, yang dapat dipastikan adalah dua hal yang saling terkait. Pertama, Telkom menyatakan isu penggunaan Gedung Graha Merah Putih oleh BGN memang telah beredar dan mendapat respons dari pihak perusahaan. Kedua, perusahaan sedang menjalankan program optimalisasi aset properti, yang mencakup konsolidasi dan efisiensi ruang kerja, dengan komitmen agar operasional serta keberlangsungan tenant tidak terganggu.
Sementara itu, detail yang paling dicari publik masih belum terang. Rincian lantai yang disebut akan digunakan, apakah benar 14 lantai, jumlah karyawan yang direlokasi, serta jadwal pengosongan pada akhir September 2026 masih membutuhkan konfirmasi lebih resmi. Hingga ada penjelasan lanjutan, isu ini kemungkinan tetap menjadi topik hangat karena bersinggungan dengan rencana program pemerintah dan pengelolaan aset perusahaan negara.






Tidak ada komentar