
INFOSENTULCITY.ID – Video yang memperlihatkan sekelompok pemuda membawa dan mengacungkan senjata tajam di kawasan permukiman Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Warga pun resah karena khawatir aksi tersebut berujung tawuran atau kejahatan jalanan, terutama di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bogor.

Menanggapi keresahan itu, kepolisian meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan. Kapolsek Sukaraja, AKP Ade Rahmat, menyebut pihaknya bersama unsur terkait melakukan pemantauan langsung hingga dini hari untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
AKP Ade Rahmat menjelaskan, lokasi yang terekam dalam video berada di area perbatasan. Karena karakter wilayahnya berbatasan dengan Kota Bogor, patroli difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok yang bisa memicu konflik.
Menurut Ade, personel telah melakukan patroli hingga pukul 04.00 WIB di kawasan Cilebut. Ia juga menyatakan belum ada laporan mengenai tawuran pada malam setelah video beredar. Patroli dilakukan secara gabungan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), sehingga pengawasan tidak hanya mengandalkan satu satuan.

Peningkatan pengamanan tidak semata-mata ditujukan untuk mencegah tawuran. Ade menyebut sasaran patroli mencakup beberapa jenis kerawanan yang kerap muncul di lingkungan permukiman, mulai dari aksi geng motor atau gangster, hingga tindak kriminal seperti curat, curas, dan curanmor.
Dengan kata lain, kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok yang berniat melakukan aksi kekerasan ataupun kejahatan. Pada jam-jam rawan, keberadaan aparat biasanya menjadi faktor penahan, sekaligus membantu mempercepat respons bila ada indikasi gangguan.
Ade menuturkan, dirinya bersama unsur Forkopincam melakukan pemantauan di beberapa kawasan sekitar perbatasan. Ia menyebut standby di Cilebut Timur dan Babakan Sirna, yang berbatasan dengan Bojong Gede, sambil memastikan situasi terkendali.
Langkah tersebut menunjukkan respons cepat kepolisian setelah video viral memantik kekhawatiran warga. Ketika informasi beredar luas, biasanya muncul dorongan agar aparat hadir untuk meredam keresahan sekaligus memutus kemungkinan kelompok tertentu memanfaatkan situasi.
Selain patroli kepolisian, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam. Ade menegaskan bahwa warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi lingkungan sekitar, termasuk bila ada aktivitas mencurigakan yang mengarah pada gangguan keamanan.
Koordinasi dilakukan hingga level pemerintahan kecamatan dan desa. Rencana rapat Forkopincam akan membahas langkah lanjutan untuk mengantisipasi potensi tawuran di wilayah Sukaraja, termasuk area yang bersinggungan dengan Kota Bogor. Pendekatan lintas sektor dinilai penting agar pencegahan tidak hanya dilakukan setelah insiden terjadi, melainkan sejak tanda-tanda kerawanan muncul.
Kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan sekelompok orang yang dicurigai membawa senjata tajam. Warga diharapkan segera melaporkan temuan atau kejadian kepada aparat agar penanganannya mengikuti prosedur yang tepat.
Dengan kombinasi patroli gabungan, penguatan pengamanan berbasis masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah setempat, kepolisian berharap situasi di Sukaraja tetap kondusif. Upaya pencegahan sejak dini diharapkan mampu menekan peluang tawuran maupun tindak kriminal lain, khususnya di kawasan perbatasan yang rentan terhadap mobilitas kelompok.






Tidak ada komentar