Festival Kemerdekaan Sentul City 2026 di Taman Budaya, 9.000 Warga Ikut

4 menit membaca View : 12
Abdul Halim
News, Sentul City - 30 Agu 2026

INFOSENTULCITY.ID – Festival Kemerdekaan Sentul City kembali digelar sebagai ruang berkumpul warga dari berbagai klaster di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung di Taman Budaya, Sentul pada Minggu, 30 Agustus 2026 ini menargetkan sekitar 9.000 unit hunian yang dikelola, sekaligus menjadi momentum merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 melalui interaksi sosial antarwarga.

Dalam festival tersebut, warga tidak hanya menikmati pertunjukan dan aktivitas hiburan, tetapi juga mengikuti rangkaian perlombaan antar-klaster. Penyelenggaraan festival dibuat untuk mempertemukan warga yang selama ini tinggal di lingkungan berbeda, sehingga hubungan sosial dan silaturahmi dapat tumbuh lebih kuat.

Festival Kemerdekaan Sentul City untuk mempererat silaturahmi

Direktur Operasional PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) Township Management, Aji Irfan Maulana, menjelaskan bahwa festival ini dirancang bukan semata-mata sebagai perayaan formal. Menurutnya, inti dari kegiatan adalah mempererat silaturahmi antarwarga Sentul City, sekaligus memberi kesempatan bagi seluruh warga untuk ikut merasakan kemeriahan sejak pagi hingga malam.

Aji menambahkan, festival juga melibatkan berbagai pihak yang berada di ekosistem Sentul City, termasuk SGC, Sentul City, serta tenant komersial. Kolaborasi ini tampak dari beragam agenda yang disiapkan, mulai dari lomba-lomba antar-klaster, hiburan, hingga doorprize dan festival jajanan yang dapat dinikmati warga.

Dengan jumlah unit yang dikelola sekitar 9.000 unit, festival menjadi cara praktis untuk mengurangi sekat sosial yang sering muncul di kawasan yang terdiri dari banyak klaster. Lomba antar-klaster, menurut Aji, justru berfungsi sebagai pemantik interaksi, sehingga warga memiliki alasan untuk saling mengenal dan membangun relasi yang lebih luas.

Lomba antar-klaster, kompetisi sebagai sarana harmonisasi

Walaupun ada unsur perlombaan, Aji menekankan bahwa tujuan utama kegiatan tidak berhenti pada hasil kompetisi. Yang dikejar adalah harmonitas, ketika warga dapat saling tahu satu sama lain, termasuk antar-klaster yang berbeda. Dalam pendekatan ini, festival kemerdekaan diposisikan sebagai kegiatan komunitas yang mengutamakan kedekatan sosial.

Ia juga menyebut bahwa tiap tahun SGC menyelenggarakan event kemerdekaan dengan tema yang dapat disesuaikan. Dari sisi permainan, ada modifikasi agar warga tidak merasa repetitif. Harapannya, antusiasme warga terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan pengalaman yang mereka dapatkan saat berpartisipasi.

“Yang penting menjalin harmonitas antarwarga. Warga bisa kenal antar-klaster, saling kenal, dan memperkuat silaturahmi,”

Uraian tersebut menggambarkan cara pandang penyelenggara yang melihat festival sebagai investasi sosial. Di kawasan hunian skala besar, interaksi yang terjadwal dan terarah seperti ini sering menjadi jembatan untuk membangun rasa kebersamaan.

UMKM ikut meramaikan, ekonomi lokal mendapat ruang

Selain lomba dan pertunjukan seni, festival juga menghadirkan pelaku UMKM dari lingkungan klaster. Amiruddin, Head of City Concierge PT SGC Township Management Sentul City, menyampaikan bahwa terdapat enam booth UMKM yang hadir menyediakan beragam produk makanan dan minuman bagi warga.

Menurut Amiruddin, kehadiran UMKM tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Festival menjadi ajang partisipasi yang relevan bagi pelaku usaha skala kecil, sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat berjalan beriringan dengan dukungan terhadap ekonomi komunitas.

Amiruddin juga menyebut bahwa dalam festival terdapat tarian Nusantara serta penampilan dari peserta seperti band. Kehadiran hiburan ini membuat arus kegiatan lebih dinamis, sementara booth UMKM memberi pengalaman yang lebih lengkap, karena warga bisa menikmati makanan dan minuman sambil menyaksikan pertunjukan.

Konsep festival dari dan untuk warga, antusiasme jadi indikator

Festival Kemerdekaan Sentul City digelar setiap tahun dengan konsep yang dapat disesuaikan, namun tujuan utamanya tetap sama, yakni menciptakan ruang kebersamaan. Amiruddin menilai antusiasme warga menjadi bukti bahwa kegiatan ini masih dinantikan dan mendapat respons positif.

Ia menuturkan bahwa acara memang dirancang dari dan untuk warga. Ketika warga terlihat senang dan ikut berpartisipasi, penyelenggara pun merasakan kepuasan karena festival berhasil menjalankan misinya, bukan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai sarana mempertemukan orang-orang di satu kawasan hunian.

Dengan kombinasi lomba antar-klaster, hiburan seni, serta partisipasi UMKM, Festival Kemerdekaan Sentul City 2026 memperlihatkan bagaimana semangat kemerdekaan bisa diwujudkan melalui kegiatan komunitas yang hangat. Di momen seperti ini, kebersamaan menjadi yang paling menonjol, sementara hubungan antarwarga diperkuat lewat pengalaman bersama yang berlangsung secara nyata.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x