
Tarung Derajat Kota Bogor menyiapkan 21 atlet untuk mengejar target lima medali emas pada Porprov Jabar 2026. Pengiriman atlet ini dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 November 2026 di GOR Vokasi IPB, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dengan fokus meraih kemenangan dari nomor tarung maupun seni gerak.

Ketua Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bogor, Boris Derurasman, menyatakan target lima emas ditopang oleh strategi pembinaan yang menekankan kesiapan fisik dan konsistensi penampilan. Ia menegaskan bahwa para atlet dipersiapkan agar tampil maksimal, sekaligus membawa nama baik Kota Bogor melalui sportivitas dan performa terbaik selama pertandingan.
Menurut Boris, peluang meraih emas tidak hanya dibebankan pada satu jenis pertandingan. Target lima medali emas akan diperjuangkan dari dua jalur utama, yakni nomor tarung dan nomor seni gerak. Pembagian fokus ini penting karena keduanya menuntut karakter kemampuan yang berbeda, mulai dari ketepatan teknik dalam adu gerak hingga kualitas eksekusi dan kerapian rangkaian dalam seni gerak.
Dalam skuad yang disiapkan, 21 atlet dibagi untuk memperkuat kelas tarung putra, tarung putri, serta nomor seni gerak. Dengan komposisi tersebut, Kota Bogor mencoba menjaga peluang di beberapa kelas sekaligus, bukan hanya mengandalkan satu atau dua kategori yang berisiko menghadapi persaingan ketat dari kontingen lain.
Di sektor tarung putra, Kota Bogor menurunkan sembilan atlet. Mereka mencakup Fernanda Ziyad pada kelas 49,152 hingga 52 kilogram, Freza Nayatama Zulkarnaen pada kelas 52,1 hingga 55 kilogram, serta Fiqih Dzikri Putra pada kelas 55,1 hingga 58 kilogram.
Masih di putra, Diar Rahmat akan bertanding pada kelas 58,1 hingga 61 kilogram. Selanjutnya, Rikki Handriansyah dipersiapkan di kelas 61,1 hingga 64 kilogram, Ghasan Hauzanul Azmi di kelas 64,1 hingga 67 kilogram, dan Bumi Arkananta Benjamin di kelas 67,1 hingga 70 kilogram.
Untuk rentang kelas berikutnya, Rulistyo akan turun di kelas 70,1 hingga 75 kilogram, sementara Yunus Isai Nahakleta dipersiapkan di kelas 75,1 hingga 80 kilogram. Pemilihan kelas-kelas tersebut menunjukkan upaya merata di beberapa rentang bobot, sehingga peluang perolehan poin medali tidak terkonsentrasi pada satu segmen saja.
Di tarung putri, Kota Bogor menyiapkan lima atlet. Rachmawati Putri S menjadi wakil pada kelas 45,1 hingga 50 kilogram, Paradilla Pasya pada kelas 50,1 hingga 54 kilogram, serta Cantika Fahya pada kelas 54,1 hingga 58 kilogram.
Selain itu, Raina Lintang akan bertanding pada kelas 58,1 hingga 62 kilogram, sedangkan Eka Fitri Oktavia dipersiapkan di kelas 62,1 hingga 66 kilogram. Dengan komposisi tersebut, strategi Kota Bogor terlihat diarahkan untuk menjaga daya saing di kelas-kelas yang memungkinkan atlet menunjukkan karakter teknik dan tempo sesuai kebutuhan pertandingan.
Sementara itu, peluang emas juga dibidik dari nomor seni gerak. Nur Jihan dipersiapkan untuk nomor tunggal putri, sedangkan Ataraxia Huqimo Dahni turun di tunggal putra. Untuk nomor getar putra, Fathe M Ziyad dan Ghada Satria akan memperkuat tim, sementara nomor gharang putra diisi oleh Aoran Haofan Dahni, Faris Riyadi, serta Hermana Afriansyah.
Pada Porprov Jabar 2026, cabang Tarung Derajat diikuti atlet dari 23 kontingen. Totalnya, 110 atlet bertanding pada nomor tarung, sedangkan 53 atlet lainnya mengikuti nomor seni gerak yang mempertandingkan tujuh kelas. Artinya, target lima emas Kota Bogor berhadapan dengan persaingan lintas daerah yang cukup padat, baik dari sisi jumlah atlet maupun variasi kelas.
Bagi warga Kota Bogor, persiapan ini memiliki dampak yang dapat dirasakan di tingkat komunitas olahraga. Kegiatan pembinaan atlet dan latihan yang intens biasanya turut menggerakkan ekosistem olahraga lokal, mulai dari dukungan fasilitas latihan hingga meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang Tarung Derajat. Keberhasilan di ajang provinsi juga berpotensi memperkuat kepercayaan diri atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Boris berharap persiapan yang telah dijalani mampu menjadi modal untuk bersaing dan memenuhi target yang ditetapkan. Ia menyoroti bahwa konsistensi, kesiapan fisik, serta fokus selama pertandingan menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil, terutama ketika atlet bertemu lawan dengan gaya dan strategi berbeda-beda.
Ia juga meminta agar para atlet menjaga fokus, menjunjung tinggi sportivitas, dan berjuang maksimal demi mengharumkan nama Kota Bogor. Pada level Porprov, detail seperti pengendalian emosi, ketepatan eksekusi teknik, serta kemampuan mempertahankan ritme penampilan sering kali menjadi pembeda di momen-momen penilaian, baik pada tarung maupun seni gerak.






Tidak ada komentar