DPRD Kabupaten Bogor Tinjau Kerusakan SDN di Cariu, Perbaikan Diminta

3 menit membaca View : 10
Abdul Halim
News, Pendidikan - 13 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Dua anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ansori Setiawan dan Rudi Sabana, melakukan peninjauan langsung ke sekolah dasar yang mengalami kerusakan di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pada Selasa 13 Oktober 2026. Kunjungan ini berangkat dari hasil reses serta laporan pihak sekolah dan kepala sekolah terkait kondisi sarana pendidikan yang dinilai sudah tidak layak untuk proses belajar mengajar.

Dalam kunjungannya, Ansori Setiawan menyoroti SDN Babakan Cangkudu di Desa Tegal Panjang, sementara Rudi Sabana meninjau SDN Selawangi 03 di Desa Karyamekar. Tujuan peninjauan adalah memastikan kebutuhan perbaikan dapat didorong melalui program pemerintah daerah, khususnya terkait kelayakan ruang kelas dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.

Reses di Cariu Dorong Peninjauan SDN Babakan Cangkudu

Ansori Setiawan menjelaskan kunjungannya ke SDN Babakan Cangkudu bermula dari laporan Kepala Sekolah Suharta Dinata saat pelaksanaan reses di Kecamatan Cariu. Pada kesempatan itu, sekolah menyampaikan keluhan mengenai kondisi ruang kelas yang sudah memprihatinkan, terutama pada empat ruang kelas yang disebut mengalami kerusakan.

Menurut Ansori, kerusakan yang ditemukan tidak hanya bersifat kosmetik. Beberapa masalah yang disebut muncul antara lain plafon yang rusak, keramik lantai yang pecah, serta satu ruang kelas yang disekat menggunakan triplek agar dapat dipakai untuk dua rombongan belajar. Kondisi seperti ini, menurutnya, berpotensi mengganggu kenyamanan belajar dan menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan ruang.

Ia menyatakan prihatin dengan situasi tersebut dan menegaskan akan mendorong agar sekolah mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Dorongan itu diarahkan pada program revitalisasi ruang kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung lebih aman dan layak.

SDN Selawangi 03 Dinilai Urgen, Tembok Kelas Rapuh dan Berlubang

Di lokasi lain, Rudi Sabana meninjau SDN Selawangi 03 di Desa Karyamekar, Kecamatan Cariu. Dari hasil pengamatan langsung, ia menilai kondisi tembok ruang kelas sudah rapuh dan berlubang, sehingga membutuhkan penanganan segera.

Rudi menilai kondisi tersebut berisiko memburuk apabila musim hujan datang. Ia menekankan bahwa kerusakan pada struktur tembok dapat memperbesar kemungkinan gangguan pada ruang belajar, hingga risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani.

Dengan alasan tersebut, Rudi mendorong agar penanganan tidak ditunda. Fokusnya diarahkan pada perbaikan fisik bangunan kelas agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Harapan Sekolah untuk Revitalisasi Ruang Kelas

Selain perhatian dari anggota DPRD, pihak sekolah juga menyampaikan harapan agar pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan revitalisasi. Engkom, guru SDN Babakan Cangkudu, mengatakan kondisi ruang kelas saat ini mengganggu proses belajar dan bahkan dinilai membahayakan kegiatan di dalam kelas.

Engkom menyampaikan permohonan agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan. Ia menilai ruang kelas yang memprihatinkan perlu mendapatkan perbaikan nyata, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih aman serta nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Dampak Kerusakan Sekolah ke Aktivitas Belajar Warga

Kerusakan ruang kelas di dua sekolah dasar di Kecamatan Cariu berdampak langsung pada aktivitas harian siswa. Plafon yang rusak dan lantai yang pecah dapat memengaruhi kenyamanan saat pembelajaran berlangsung, sementara penyekatan ruang menggunakan triplek untuk menampung dua rombongan belajar berpotensi membuat ruang menjadi kurang ideal untuk kegiatan belajar.

Di sisi lain, tembok kelas yang rapuh dan berlubang di SDN Selawangi 03 menambah kekhawatiran karena berkaitan dengan stabilitas bangunan. Ketika kondisi seperti ini dibiarkan, sekolah menghadapi risiko gangguan proses belajar, termasuk kemungkinan pembatasan aktivitas di ruang yang dianggap tidak aman.

Peninjauan yang dilakukan anggota DPRD ini menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan kebutuhan perbaikan masuk dalam perhatian program pemerintah daerah. Dengan adanya pendalaman kondisi lapangan, pihak sekolah berharap dukungan perbaikan dapat segera dirumuskan agar kegiatan pendidikan di Cariu tidak terus tertunda akibat keterbatasan sarana.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x