Sneakers bertumit bola tenis Lacoste tampil di Paris Fashion Week 2026

4 menit membaca View : 2
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 07 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Lacoste memperkenalkan sneakers bertumit bola tenis dalam peragaan koleksi Spring-Summer 2027 saat Paris Fashion Week berlangsung di Paris, Prancis. Acara itu digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Court Philippe-Chatrier, kompleks Roland Garros yang terkenal sebagai rumah bagi lapangan tenis tanah liat.

Pada kesempatan tersebut, brand mengangkat kembali tema tenis dengan pendekatan yang lebih berani, playful, dan terhubung langsung ke detail footwear. Dari sekitar 50 set busana bernuansa sporty-urban, fokus visual diarahkan ke bentuk, tekstur, dan elemen desain yang meniru perlengkapan tenis, sekaligus menyertakan gagasan “Dress Code: Beyond White” sebagai benang merah interpretasi modern.

Court Philippe-Chatrier jadi panggung tenis untuk koleksi Lacoste SS 2027

Roland Garros identik dengan pertandingan di permukaan tanah liat, tetapi pada peragaan Lacoste, nuansa lapangan itu dialihkan menjadi latar estetika fashion. Court Philippe-Chatrier dipilih bukan sekadar sebagai lokasi, melainkan sebagai perangkat narasi, sehingga bahasa tenis terasa menyatu dengan cara koleksi dipresentasikan.

Dengan setting yang kuat, tema tenis tidak tampil sebagai tempelan. Nuansa ruang, ritme visual, hingga cara busana ditampilkan membangun konteks yang membuat elemen olahraga lebih mudah dibaca sebagai inspirasi desain, bukan sekadar dekorasi.

“Dress Code: Beyond White” menggeser pakem tenis klasik

Gagasan “Dress Code: Beyond White” menandai upaya Lacoste untuk melampaui asosiasi warna putih yang selama ini melekat pada tenis klasik. Interpretasi ini tampak pada pilihan gaya busana yang tetap berangkat dari estetika olahraga, tetapi diarahkan ke rasa yang lebih kontemporer.

Perubahan interpretasi itu juga berimbas ke alas kaki. Warna dan detail desain ditata agar tidak berhenti pada kesan tradisional, melainkan menghadirkan karakter baru yang lebih futuristis dan mudah dikenali dari jarak pandang.

Pelagia Kolotouros mengarahkan koleksi dengan sentuhan playful

Di balik arah kreatif koleksi ini, nama Pelagia Kolotouros menonjol. Dalam catatan perjalanan brand, Kolotouros pernah menghadirkan kejutan saat debutnya sebagai perancang Lacoste pada 2024 melalui tas bersiluet rok tenis lipit bernama Lenglen Bag.

Tas tersebut dimaksudkan sebagai penghormatan kepada petenis legendaris Suzanne Lenglen, sosok yang pada dekade 1920-an dikenal mengubah cara pandang terhadap pakaian tenis perempuan. Pola penghormatan melalui elemen tenis itu berlanjut ke musim ini, hanya saja fokusnya makin bergeser ke permainan tekstur dan bentuk pada footwear.

Heels berlapis rongga menyerupai raket atau net

Salah satu model yang paling menonjol adalah heels dengan lapisan rongga-rongga yang menyerupai permukaan raket atau jaring (net). Detail tersebut membuat sepatu tidak hanya berfungsi sebagai penunjang penampilan, tetapi juga menjadi medium visual yang meniru struktur permainan tenis.

Selain tekstur, lacing bergaya asimetris ikut menegaskan kesan futuristis. Pada beberapa versi, pilihan warna metalik menambah efek “teknologis”, sehingga estetika olahraga bertemu dengan bahasa desain yang terasa lebih modern dan eksperimental.

Sneakers ACE-T1 face-lift, tumit kini berbentuk bola tenis

Lacoste juga melakukan pembaruan pada sneakers ACE-T1. Sorotan utama berada pada bagian tumit yang kini hadir dalam bentuk bola tenis, menjadikan detail itu semacam tanda tangan desain yang mudah dikenali.

Perubahan bentuk tumit ini membuat tampilan sneakers terasa lebih dramatis dibanding sepatu tenis konvensional. Saat dipadankan dengan busana bernuansa sporty yang menjadi pusat koleksi, sepatu terlihat lebih “bercerita” karena elemen permainan tenis dibawa menjadi bentuk yang wearable.

Yujin An tampil sebagai brand ambassador dengan pilihan warna berbeda

Dalam peragaan tersebut, Yujin An, personel IVE yang ditunjuk sebagai brand ambassador Lacoste, mengenakan sepatu dengan desain yang sama namun pilihan warna coklat. Kehadiran dari front row ini menambah daya tarik karena memperlihatkan bagaimana satu bentuk desain bisa menghasilkan nuansa berbeda hanya lewat palet warna.

Di ruang publik, referensi desain yang terasa familiar juga muncul dari ingatan gaya. Bentuk tumit yang tidak lazim mengingatkan pada heels custom rancangan Jonathan Anderson yang pernah dipakai Zendaya saat promosi film “Challenger”, sehingga koleksi Lacoste memperoleh konteks visual yang lebih luas dalam percakapan tren.

Lenglen Bag dan footwear ikonik berpotensi mengikuti jejak viral

Lenglen Bag yang sebelumnya sempat ramai dibicarakan menjadi pembanding yang menarik untuk membaca strategi brand. Dengan sneakers dan heels yang menonjolkan detail ikonik, Lacoste tampak menargetkan lebih dari sekadar tren musiman, yakni daya tarik yang memicu percakapan serta dokumentasi gaya di berbagai kanal.

Jika Lenglen Bag viral karena siluetnya kuat sekaligus membawa narasi penghormatan kepada Suzanne Lenglen, maka sneakers bertumit bola tenis dan heels bertekstur seperti raket atau net berpotensi menempati posisi serupa. Bentuknya langsung terbaca bahkan tanpa penjelasan panjang, sehingga cocok untuk gaya yang cepat ditangkap dan mudah dibagikan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x