Urutan pakai concealer, color corrector, dan under-eye brightener agar hasil natural

4 menit membaca View : 3
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 06 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Concealer, color corrector, dan under-eye brightener sering dipakai untuk merapikan tampilan area bawah mata yang terlihat kusam, kemerahan, atau berbayang. Makeup artist Lori Taylor Davis menjelaskan bahwa ketiganya tidak bekerja dengan cara yang sama, sehingga urutan pemakaian dan teknik aplikasinya menentukan hasil akhir yang terlihat natural.

Dalam praktik rias, Crystal Gossman, makeup artist berbasis di New York, menggambarkan under-eye brightener seperti “filter” yang membuat mata tampak lebih segar. Dengan memahami kapan tiap produk digunakan, Anda bisa menyusun rutinitas yang lebih tepat, sekaligus menyiapkan kulit sebelum riasan agar tidak terlihat bercak atau menumpuk.

Concealer untuk menutup noda spesifik dengan coverage maksimal

Kalau target Anda adalah menutup noda yang tampak jelas, seperti lingkaran hitam yang kuat, kemerahan, atau area yang memang butuh daya tutup tinggi, concealer biasanya menjadi langkah utama. Lori Taylor Davis menekankan bahwa concealer umumnya memiliki pigmentasi lebih tinggi dibanding foundation, sehingga efektif untuk koreksi pada titik tertentu.

Concealer juga tersedia dalam beberapa bentuk, terutama krim dan cair. Pilihan jenis ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, termasuk seberapa cepat produk menyatu dan seberapa besar coverage yang Anda inginkan. Selain itu, perhatikan juga finish yang Anda cari, misalnya satin, matte, atau dewy, karena tekstur akhir akan memengaruhi kesan “segar” di bawah mata.

Dari sisi karakter formula, concealer sering dirancang agar mudah dibaurkan dan nyaman di area yang cenderung mudah menonjolkan tekstur. Karena itu, cara aplikasi pun bisa disesuaikan, mulai dari memakai jari, kuas, hingga spons, mengikuti tekstur produk serta kenyamanan Anda saat merias.

Color corrector untuk menetralkan perubahan warna sebelum concealer

Color corrector bekerja lebih dulu dibanding concealer karena fokusnya adalah menetralkan warna yang mengganggu. Lori Taylor Davis menjelaskan bahwa produk ini memakai prinsip teori warna, sehingga pemilihan warnanya perlu disesuaikan dengan masalah yang terlihat di bawah mata.

Untuk lingkaran hitam kebiruan atau keunguan, nuansa peach dan aprikot dapat membantu meredam warna tersebut. Jika yang dominan adalah kemerahan, warna hijau dipakai untuk menetralkannya. Sementara itu, lavender dapat membantu mencerahkan area yang tampak kusam atau kekuningan. Dengan cara ini, concealer setelahnya tidak perlu “bekerja sendirian” menutup warna yang sebenarnya sudah dinetralkan lebih dulu.

Under-eye brightener untuk efek segar instan tanpa menutup semuanya

Berbeda dari concealer dan color corrector yang menekankan penutupan dan koreksi warna, under-eye brightener punya peran yang lebih spesifik: memberi kesan mata lebih cerah secara instan. Davis menggambarkan produk ini dapat menambah cahaya dan kilau halus pada area bawah mata yang terlihat lelah, sehingga wajah tampak lebih terjaga.

Crystal Gossman menambahkan bahwa under-eye brightener dapat bekerja seperti beauty filter. Artinya, ia membantu menciptakan tampilan lebih segar tanpa harus menggunakan coverage tebal di seluruh area. Pendekatan seperti ini biasanya lebih disukai untuk rutinitas harian karena hasilnya lebih ringan dan tetap terlihat seperti kulit, bukan lapisan tebal.

Urutan pakai dan teknik aplikasi agar tidak menggumpal atau pecah

Sebelum merias, persiapan kulit menjadi bagian yang menentukan. Untuk area mata, Lori Taylor Davis menyarankan menggunakan krim mata terlebih dahulu. Langkah ini membantu area bawah mata terhidrasi dan terasa lebih halus saat diaplikasikan produk makeup.

Setelah krim mata, urutan yang disarankan adalah under-eye brightener terlebih dulu, lalu color corrector, dan diakhiri concealer. Karena area mata sensitif, teknik aplikasinya juga perlu lembut. Jika memakai jari, lakukan gerakan menepuk pelan agar produk menempel tanpa menarik kulit. Bila menggunakan kuas, lakukan gerakan ringan bolak-balik dengan sentuhan yang tidak menekan.

Selain teknik, beri waktu agar tiap lapisan “settle” sebelum lanjut ke produk berikutnya. Davis menyarankan menunggu beberapa menit, supaya produk tidak menggumpal atau pecah saat lapisan berikutnya ditambahkan. Untuk daya tahan, Anda bisa mengunci dengan bedak tabur transparan yang ringan, sehingga area bawah mata tampak rata tanpa terasa berat.

Memilih formula yang pas untuk jenis kulit dan kebutuhan coverage

Hasil rias bawah mata tidak hanya ditentukan oleh urutan produk, tetapi juga oleh kecocokan formula dengan kondisi kulit. Davis dan Gossman sama-sama menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan makeup dengan kebutuhan coverage dan respons kulit Anda.

Jika Anda menginginkan tampilan lebih natural, pilih tekstur yang mudah menyatu dan terapkan lapisan tipis bertahap. Cara ini membantu mengurangi risiko terlihat “ketebalan” di area lipatan halus bawah mata. Dengan pemakaian yang tepat, area bawah mata dapat tampak lebih merata dan cerah untuk kebutuhan harian maupun saat Anda perlu tampil rapi sepanjang aktivitas.

Pada praktiknya, strategi layering yang ringan juga berdampak pada kenyamanan, terutama bagi orang yang mudah merasa makeup terasa kering atau terlihat menonjol. Ketika kulit sudah terhidrasi, koreksi warna dilakukan lebih dulu, lalu pencahayaan dan penutupan ditambahkan sesuai kebutuhan, tampilan yang muncul cenderung lebih halus dan tidak mudah terlihat bercak.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x