Jembatan Paledang-Pasir Jaya Bogor ditargetkan rampung pertengahan Oktober 2026

3 menit membaca View : 1
Abdul Halim
Bogor, News - 04 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota Bogor, penghubung Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, dan Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, ditargetkan segera memasuki tahap pemanfaatan setelah peresmian pada pertengahan Oktober 2026. Proyek yang menjadi akses penghubung antarwilayah ini kini berada pada tahap akhir, dengan progres pembangunan sekitar 95 persen.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi sebagian besar sudah rampung, sementara tim masih menyelesaikan bagian finishing sebelum jembatan dapat diresmikan. Ia menyampaikan hal tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Sabtu.

Progres 95 persen, tinggal finishing jembatan Paledang-Pasir Jaya

Menurut Jenal Mutaqin, sisa pekerjaan yang masih dikerjakan mencakup coating lantai, pembuatan gapura, serta pemasangan railing. Tahap-tahap ini biasanya menentukan kenyamanan sekaligus keamanan pengguna jalan, karena berkaitan dengan perlindungan permukaan lantai dan pengendalian risiko saat kendaraan maupun pejalan kaki melintas.

Jenal menegaskan, pihaknya menargetkan proses finishing selesai dalam waktu dekat. Ia menyebutkan, jika sesuai rencana, jembatan dapat diresmikan pada pertengahan bulan yang ditentukan dalam jadwal proyek, lalu masuk tahap pemanfaatan setelah prosesi peresmian pada pertengahan Oktober 2026.

Pembangunan sejak akhir Juni 2026, melewati kajian teknis

Proyek Jembatan Paledang-Pasir Jaya mulai dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bogor sejak akhir Juni 2026. Sebelum pekerjaan konstruksi berjalan, proyek ini terlebih dahulu melalui serangkaian tahapan teknis, termasuk proses kajian yang dibutuhkan untuk memastikan rancangan sesuai kondisi lapangan.

Lokasi jembatan berada di atas saluran Sungai Cisadane, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak bisa dilakukan secara instan. Penentuan metode kerja, pengaturan area konstruksi, serta pemenuhan syarat teknis menjadi faktor penting agar pekerjaan berjalan aman dan sesuai standar.

Rekomendasi Balai PSDA dan kebutuhan perizinan

Wakil Wali Kota Bogor juga menyampaikan bahwa Pemkot Bogor harus memastikan aspek teknis dan perizinan terpenuhi sebelum pekerjaan dimulai. Salah satu bentuk dukungan administratif yang disebutkan adalah adanya rekomendasi dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk pembangunan jembatan penghubung tersebut.

Rekomendasi dari instansi pengelola sumber daya air lazim diperlukan pada proyek yang melibatkan badan air, karena berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan sungai, termasuk pertimbangan dampak lingkungan dan aspek teknis penanganan aliran.

Dampak ke warga Paledang dan Pasir Jaya untuk mobilitas harian

Dengan hampir rampungnya pembangunan, jembatan ini diharapkan menjadi alternatif akses baru bagi warga yang bermukim di sekitar Kelurahan Paledang dan Kelurahan Pasir Jaya. Bagi warga, keberadaan jembatan biasanya berpengaruh langsung pada waktu tempuh, kemudahan perjalanan antarwilayah, serta pilihan rute saat aktivitas harian seperti bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi lokal.

Selain itu, konektivitas yang lebih baik antar-kawasan juga dapat mengurangi ketergantungan pada akses yang selama ini harus dilalui melalui rute tertentu. Dampaknya bisa terasa pada kelancaran distribusi barang skala kecil, pergerakan kendaraan warga, hingga akses layanan publik yang berada di wilayah yang saling berdekatan.

Pengawasan hingga selesai, termasuk kualitas pekerjaan finishing

Jenal Mutaqin menegaskan bahwa proses pembangunan tetap harus diawasi sampai seluruh pekerjaan benar-benar selesai. Pengawasan diperlukan agar setiap bagian konstruksi, termasuk tahap akhir seperti coating lantai dan pemasangan elemen keselamatan, dikerjakan sesuai standar serta memiliki kualitas yang baik.

Ia juga berharap jembatan yang dibangun menggunakan anggaran daerah memiliki ketahanan yang memadai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Jenal menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk warga di Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya, dengan menekankan bahwa proyek ini bersumber dari APBD Kota Bogor.

Jadwal masuk pemanfaatan setelah peresmian pertengahan Oktober 2026

Jika target berjalan sesuai rencana, Jembatan Paledang-Pasir Jaya akan memasuki tahap pemanfaatan setelah peresmian pada pertengahan Oktober 2026. Pada tahap ini, jembatan diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan dan membuka akses baru untuk mobilitas warga Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x