Hujan lebat Pamijahan Bogor picu longsor, rumah warga terancam

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Peristiwa - 23 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, memicu tanah longsor di Kampung Cikoneng, Desa Gunung Picung, pada Rabu, 23 September 2026 dini hari. Kejadian terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dan langsung mengancam satu unit rumah warga yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.

Longsor dilaporkan terjadi pada tebing di samping rumah, tepatnya bagian dapur. Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Bogor melakukan asesmen cepat di lokasi untuk memetakan kondisi lereng dan melihat kemungkinan longsor susulan, sementara warga diminta meningkatkan kewaspadaan selama hujan masih berpotensi turun deras.

Longsor Pamijahan mengarah ke bagian dapur rumah

Hasil asesmen cepat menunjukkan material longsor memiliki panjang sekitar 15 meter, tinggi 8 meter, dan lebar 12 meter. Dengan ukuran tersebut, tim di lapangan menilai dampaknya berpotensi meluas bila tanah terus tergerus oleh air hujan. Area yang terdampak berada di sisi tebing dekat bangunan, sehingga posisi dapur menjadi titik yang paling terancam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa petugas melakukan koordinasi dengan aparat setempat setelah menerima laporan kejadian. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan kondisi di lokasi, termasuk analisis terhadap kestabilan tebing yang menjadi sumber material longsor.

Diduga dipicu hujan sejak malam sebelumnya dan tanah kering kemarau

Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh hujan lebat yang sudah turun sejak Selasa, 22 September 2026 malam. Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur lereng, tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan akibat kemarau panjang menjadi lebih mudah tergerus. Kondisi tanah yang tidak lagi memiliki daya ikat yang baik membuat tebing lebih rentan saat terkena aliran air.

Di lokasi, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga. Fokusnya pada upaya penguatan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, karena hujan yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah.

Penanganan darurat, material ditutup terpal dan akses masih bisa dilewati

Untuk langkah antisipasi sementara, material longsoran telah ditutup menggunakan terpal. Penutupan ini dimaksudkan agar material tidak kembali terpapar air hujan secara langsung yang dapat memperparah kondisi lereng. Meski begitu, BPBD tetap mengingatkan bahwa upaya darurat tersebut bersifat sementara dan tidak menghilangkan risiko sepenuhnya.

Selain penanganan pada material, BPBD juga mencermati kondisi akses jalan di sekitar lokasi. Laporan menyebutkan akses jalan masih dapat dilalui warga, sehingga aktivitas setempat tidak sepenuhnya terhenti. Namun, keberadaan area terancam tetap menjadi perhatian, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Perlu penguatan tebing, TPT yang belum ada jadi faktor risiko

Analisis di lapangan menunjukkan tebing yang belum diperkuat dengan tembok penahan tanah atau TPT menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko longsor setelah mengalami kekeringan pada musim kemarau. Tanpa penahan yang memadai, tekanan tanah dan erosi akibat air hujan dapat mempercepat pergerakan lereng.

BPBD menilai diperlukan penanganan lanjutan dari pihak terkait untuk mencegah longsor susulan dan mengurangi risiko terhadap rumah warga yang berada di sekitar tebing. Saat ini, satu rumah masih berstatus terancam, sehingga pemantauan kondisi lereng menjadi penting selama hujan deras berlangsung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x