Korsleting listrik diduga sebabkan kebakaran di Jalan Peledang Bogor, 8 mobil pemadam dikerahkan

3 menit membaca View : 5
Abdul Halim
News, Peristiwa - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Korsleting listrik diduga kuat menjadi pemicu kebakaran di kawasan Jalan Peledang, Kota Bogor, pada Selasa 22 September 2026 siang. Dalam insiden itu, satu unit rumah, empat bangunan tempat usaha, serta satu unit mobil dilaporkan ludes terbakar.

Menurut Sekretaris Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Teofilo Patrocineo Freitas, api bermula dari korsleting listrik yang berasal dari bagian atap salah satu warung. Api kemudian cepat membesar dan menghanguskan bangunan usaha yang berderet di pinggir jalan tersebut, membuat situasi menjadi panik bagi warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

Api muncul dari atap warung akibat korsleting listrik

Teofilo menjelaskan bahwa titik awal kebakaran diperkirakan berasal dari atap warung yang mengalami korsleting listrik. Dari sana, api menyambar ke bagian lain karena kondisi bangunan yang berdekatan dan berada di area komersial, sehingga panas dan percikan api lebih mudah menjalar.

Warga yang berada tidak jauh dari lokasi sempat panik. Kekhawatiran utama mereka adalah api merambat ke bangunan lain yang masih beroperasi di sekitar lokasi kebakaran. Kepanikan itu terlihat dari respons cepat pemilik usaha dan warga yang berusaha mengamankan barang serta menjauh dari titik kobaran.

8 unit mobil pemadam dikerahkan, api akhirnya dilokalisasi

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan. Sebanyak delapan unit mobil pemadam dikerahkan untuk menahan laju api dan mencegah perluasan ke bangunan lain di sekitar Jalan Peledang.

Proses pemadaman dilakukan dengan strategi penyemprotan dari berbagai sisi. Langkah ini bertujuan memastikan api tidak hanya padam di bagian depan, tetapi juga menjangkau titik-titik yang berpotensi masih menyala di area atap dan bagian dalam bangunan.

Setelah melalui upaya pemadaman yang intens, petugas akhirnya berhasil melokalisasi api. Tahap ini penting untuk memastikan kobaran tidak kembali membesar akibat sisa bara atau material yang masih panas di area yang terbakar.

Bangunan yang terbakar tiga warung makan, satu rumah, satu toko kebab, dan satu mobil

Teofilo menyebutkan total bangunan dan kendaraan yang hangus dalam kebakaran tersebut. Rinciannya terdiri dari tiga warung makan, satu rumah, satu toko kebab, serta satu unit mobil.

Dengan keragaman jenis bangunan yang terbakar, dampaknya juga berpengaruh pada aktivitas warga sekitar. Area yang menjadi lokasi kebakaran merupakan kawasan usaha, sehingga gangguan operasional dapat terjadi pada beberapa pelaku usaha yang terdampak langsung.

Korban jiwa nihil, kerugian masih didata petugas

Teofilo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Proses pendataan biasanya mencakup penaksiran nilai kerusakan bangunan, inventaris usaha yang terbakar, hingga kondisi kendaraan yang ikut terdampak. Hasil pendataan akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan penanganan pascakejadian bagi pihak terdampak.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x