Perubahan Air Kolam Merah di Gunungsindur Bogor, DLH: Bukan Khasiat Mistis

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Peristiwa - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Fenomena air kolam yang mendadak berubah menjadi merah di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor sempat membuat warga bertanya-tanya. Kejadian ini bahkan cepat dikaitkan dengan hal-hal mistis, hingga muncul anggapan bahwa air tersebut memiliki khasiat tertentu.

Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, turun langsung memeriksa lokasi. Hasil pengecekan menunjukkan warna merah pada air sudah kembali normal setelah waktu pemeriksaan dilakukan, sehingga warga diminta tidak mengambil kesimpulan yang mengarah ke hal gaib.

DLH Bogor cek lokasi, warna merah kembali normal

Teuku Mulya menjelaskan bahwa pihaknya mendatangi lokasi pada sore hari dan mendapati air yang sebelumnya berwarna merah tidak lagi menunjukkan warna yang sama. Menurut penjelasannya, fenomena itu diduga terkait material pewarna yang sempat larut dan kemudian mengendap atau membentuk tumpukan warna di area kolam.

“Kemarin kami ke lapangan sore sudah enggak ada lagi. Itu fenomena kain yang ada pewarna kemudian menjadi tumpukan warna di situ,” kata Teuku Mulya saat ditemui wartawan pada Selasa, 22 September 2026.

Dugaan awal: pigmen dari kain yang dicuci warga

DLH menyampaikan dugaan sementara yang mengarah pada aktivitas manusia di sekitar kolam. Salah satu kemungkinan yang disebut adalah adanya kain bernoda atau menggunakan pewarna saat dicuci, lalu zat pewarna terbawa aliran dan memunculkan pigmen merah pada air.

Teuku menyebut skenario lain yang masih berkaitan dengan kain, yakni kain yang luntur ketika dicuci sehingga menghasilkan warna merah yang terlihat pada permukaan air. Meski begitu, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut merupakan penjelasan awal berdasarkan temuan saat pemeriksaan.

“Atau fenomena buatan bisa jadi dari kain yang kemudian luntur hingga menimbulkan pigmen warna karena dicuci sehingga menimbulkan warna merah,” ujarnya.

Faktor alam juga mungkin memengaruhi warna air

Selain kemungkinan berasal dari aktivitas pencucian, Teuku juga membuka ruang bahwa perubahan warna dapat terjadi karena faktor alam. Salah satu penyebab yang mungkin adalah keberadaan jamur atau ganggang tertentu yang dapat memengaruhi tampilan air.

Menurutnya, organisme seperti jamur atau ganggang bisa memunculkan perubahan warna yang tampak sebagai warna merah, mengikuti kondisi lingkungan sekitar kolam. Penjelasan ini menempatkan fenomena sebagai sesuatu yang bisa saja muncul secara sementara tanpa unsur mistis.

“Fenomena alam itu bisa jadi karena jamur atau ganggang, kemudian berubah warna dari alam sekitar hingga memunculkan warna merah,” jelas Teuku.

DLH imbau warga jangan kaitkan dengan hal gaib

Walau warna merah sudah tidak terlihat lagi saat pemeriksaan, imbauan DLH tetap diarahkan untuk menekan misinformasi yang berkembang di masyarakat. Teuku meminta warga tidak buru-buru mengaitkan kejadian tersebut dengan hal magic atau keramat.

Ia menegaskan agar warga tidak mengambil kesimpulan yang berlebihan hanya karena perubahan warna yang sifatnya sesaat. Dalam pandangannya, fenomena alam yang berubah cepat sebaiknya didekati dengan pengetahuan dan kajian ilmiah, bukan cerita yang sulit dibuktikan.

“Kita mengimbau masyarakat supaya tidak buru-buru mengambil kesimpulan bahwa itu adalah sesuatu yang magic atau sesuatu yang keramat,” katanya.

Warga diminta tidak mengambil atau meminum air kolam

DLH juga mengingatkan aspek keselamatan. Masyarakat diminta tidak mengambil air kolam tersebut untuk diminum, meski warna air sempat tampak berubah dan kemudian kembali normal.

Teuku menekankan bahwa keamanan air harus melewati prosedur pengolahan yang sesuai. Ia menyebut proses seperti penyaringan dan pemasakan diperlukan agar air layak dikonsumsi, sehingga warga sebaiknya tidak langsung menggunakan air kolam tanpa pengujian dan pengolahan.

“Jangan diambil untuk diminum, sebaiknya tidak dilakukan oleh masyarakat karena berbahaya kalau tidak dilakukan sesuai prosedur seperti disaring, dimasak sehingga bisa dikonsumsi dengan layak,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x