Kebakaran Cileungsi Bogor, Wabup Ade Ruhandi Tinjau Korban di Dayeuh

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Peristiwa - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi turun langsung meninjau kondisi warga yang menjadi korban kebakaran di Kampung Babakan, RT 003/RW 002, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascakejadian tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut hingga proses pemulihan tempat tinggal warga terdampak.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB menghanguskan empat unit bangunan tempat tinggal dengan luas area terdampak sekitar 350 meter persegi dan berdampak pada delapan keluarga. Berdasarkan asesmen di lokasi, api diduga kuat dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik, bermula dari bagian atap salah satu rumah yang mengeluarkan asap tebal sebelum cepat merambat ke bangunan lainnya.

Wabup Ade Ruhandi pastikan kebutuhan korban kebakaran Cileungsi

Dalam kunjungannya, Ade Ruhandi berdialog dengan sejumlah warga terdampak untuk memahami kondisi terkini dan kebutuhan yang masih diperlukan. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus terasa nyata, baik dalam pendampingan awal setelah musibah maupun pada fase pemulihan yang memerlukan waktu.

Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi penanganan dilakukan bersama Bupati Bogor, dengan pembagian peran agar penanganan di lapangan berjalan terarah. Ade Ruhandi fokus memastikan kondisi korban dan kebutuhan masyarakat di lokasi, sementara sisi lainnya ditangani melalui mekanisme pemerintahan daerah sesuai kewenangan masing-masing.

“Pemerintah hadir dan akan terus mengawal proses pemulihannya,” ujar Ade Ruhandi.

Tidak ada korban jiwa, warga mengungsi karena kerusakan berat

Menurut informasi yang disampaikan saat peninjauan, peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kendati demikian, sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat sehingga warga terdampak memilih mengungsi dan menumpang tinggal di rumah saudara maupun kerabat terdekat.

Kondisi seperti ini biasanya membuat kebutuhan warga bergeser dari bantuan tanggap darurat ke kebutuhan pemulihan yang lebih spesifik, misalnya perlengkapan hunian sementara, dukungan administrasi, hingga langkah teknis rehabilitasi rumah. Ade Ruhandi menilai fase lanjutan tersebut perlu dipercepat agar keluarga korban bisa kembali menjalankan aktivitas dengan tempat tinggal yang layak.

Rehabilitasi rumah jadi fokus lanjutan pemkab Bogor

Ade Ruhandi menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendorong langkah lanjutan, termasuk upaya rehabilitasi rumah yang mengalami kerusakan berat, sehingga warga memiliki kembali tempat tinggal yang memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan sehari-hari.

Ia menyoroti bahwa rumah bukan hanya bangunan fisik, melainkan ruang bagi masyarakat untuk memulihkan rutinitas dan membangun kembali kondisi keluarga. Karena itu, kebutuhan rehabilitasi akan ditindaklanjuti secara terkoordinasi agar proses pemulihan berjalan cepat dan terukur.

“Rumah bukan hanya bangunan, tetapi tempat masyarakat kembali menjalani kehidupan. Karena itu, kebutuhan rehabilitasi rumah akan kita tindak lanjuti bersama,” tegasnya.

Penyaluran bantuan oleh kecamatan dan desa, koordinasi perangkat terkait

Di lapangan, Pemerintah Kecamatan Cileungsi bersama Pemerintah Desa Dayeuh telah menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan tersebut juga mencakup dukungan administrasi kependudukan dan pendampingan terkait akomodasi tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir anggota DPRD Kabupaten Bogor dan Kepala Desa Dayeuh. Kehadiran unsur legislatif dan perangkat desa dinilai penting untuk memastikan kebutuhan warga terdokumentasi dengan baik serta penyaluran bantuan sampai pada sasaran, sekaligus mempercepat koordinasi lintas pihak saat memasuki tahap pemulihan.

Warga diminta lebih waspada, terutama pada instalasi listrik

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Fokusnya pada pengecekan instalasi dan jaringan listrik di rumah, karena dugaan penyebab kebakaran dalam peristiwa ini mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek.

Langkah pencegahan seperti pemeriksaan kondisi kabel, perlengkapan listrik, serta memastikan penggunaan instalasi sesuai standar keselamatan menjadi bagian penting agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi penanganan pascakejadian, ditambah upaya pencegahan di tingkat rumah tangga, diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi risiko kebakaran.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x