Islam ala Prabowo, Gus Kautsar Dipersoalkan Keluarga soal Izin Pencantuman Nama

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam sedang menjadi sorotan setelah nama Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar disebut tercantum sebagai salah satu penulis. Polemik muncul karena pihak keluarga Gus Kautsar mempertanyakan alasan dan proses pencantuman nama tersebut, termasuk klaim bahwa Gus Kautsar tidak pernah menulis buku itu.

Persoalan ini kemudian melebar ke ranah adab penggunaan identitas tokoh agama, bukan semata isi buku. Buku yang disusun oleh beberapa kontributor dan diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House itu dilaporkan memiliki sekitar 346 halaman dan pertama kali dirilis pada April 2025.

Keluarga Gus Kautsar mempertanyakan izin pencantuman nama

Keberatan disampaikan oleh Jazilah Annahdliyah, istri Gus Kautsar, melalui komentar di Instagram. Ia menyoroti bagaimana nama suaminya bisa masuk dalam daftar penulis buku yang secara khusus membahas sisi keagamaan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam komentarnya, Jazilah menyatakan bahwa Gus Kautsar tidak pernah menulis buku tersebut, sekaligus mempertanyakan apakah pihak penyusun lebih dulu meminta izin sebelum mencantumkan nama suaminya. Reaksi ini memantik perhatian karena nama seorang pimpinan pesantren dikenal luas dalam ruang publik, sehingga pencantumannya berpotensi dianggap memiliki bobot otoritatif terhadap pembahasan keislaman.

Akun berafiliasi ikut menyoroti etika penggunaan nama kiai

Selain dari pihak keluarga, persoalan yang sama turut disampaikan oleh akun Instagram @nderekpusat_official, yang disebut berafiliasi dengan Gus Kautsar. Melalui unggahannya, akun tersebut menyayangkan pencantuman nama Gus Kautsar sebagai penulis.

Pihak yang menyampaikan keberatan menilai nama kiai tidak semestinya dijadikan penguat legitimasi sebuah buku, apalagi jika dikaitkan dengan kepentingan politik tanpa komunikasi dan izin yang jelas. Mereka juga menggarisbawahi aspek adab, yaitu cara yang tepat bila seseorang ingin menggunakan pendapat, tulisan, atau identitas tokoh agama.

Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa bila hendak mencantumkan nama atau tulisan seorang kiai, prosesnya seharusnya dilakukan dengan baik, melalui permohonan yang jelas, termasuk meminta izin.

Bukan debat isi, fokus bergeser ke proses dan izin

Menariknya, keberatan yang muncul tidak langsung diarahkan pada substansi buku. Poin yang dipersoalkan lebih mengarah pada prosedur pencantuman nama, termasuk apakah ada persetujuan dari Gus Kautsar atau pihak terkait sebelum namanya masuk dalam halaman penulis.

Hal ini membuat polemik terasa bergeser dari diskusi akademis ke persoalan etik. Dalam konteks buku bertema agama dan menyebut figur politik, penggunaan nama tokoh agama dapat ditafsirkan sebagai bentuk dukungan atau keterlibatan personal. Karena itu, pertanyaan soal izin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara publik membaca posisi Gus Kautsar dalam buku tersebut.

Profil singkat Gus Kautsar dan posisi namanya dalam buku

Abdurrahman Kautsar juga dikenal dengan sebutan Gus Kautsar, yang disebut sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso di Kediri. Ia dikenal sebagai tokoh agama yang aktif menyampaikan pandangan keagamaan di ruang publik.

Dengan latar tersebut, ketika namanya muncul dalam buku yang membahas ajaran Islam dan bagaimana Presiden Prabowo Subianto mengamalkannya, publik cenderung menilai ada keterkaitan langsung antara pemikiran Gus Kautsar dan materi yang disajikan. Namun, menurut keberatan dari keluarga, keterkaitan itu dipersoalkan karena klaim bahwa Gus Kautsar tidak pernah menulis buku tersebut.

Proses penyusunan dan konfirmasi masih belum terang

Kontroversi pencantuman nama lantas menyeret pertanyaan lain: bagaimana para penulis atau kontributor dikumpulkan, apakah ada kontribusi tulisan dari masing-masing nama, serta seperti apa mekanisme konfirmasi sebelum buku diterbitkan. Publik juga menantikan penjelasan terkait proses administratif dan substansi keterlibatan tokoh yang namanya dicantumkan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak penyusun maupun dari Atmosphere Publishing House yang menjelaskan proses pencantuman nama Gus Kautsar. Klaim bahwa Gus Kautsar tidak menulis dan tidak memberikan izin masih berasal dari pihak keluarga dan akun yang berafiliasi.

Karena belum ada respons dari pihak terkait, polemik ini masih menyisakan ruang untuk penjelasan. Proses klarifikasi menjadi kunci agar publik memahami apakah nama Gus Kautsar dicantumkan berdasarkan kontribusi nyata, atau justru tanpa persetujuan yang semestinya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x