Bike to Work Jenal Mutaqin, cek trotoar dan taman di Kota Bogor

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Olahraga - 05 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, melakukan kegiatan Bike to Work dari kediamannya menuju Balai Kota Bogor pada Jumat, 4 September 2026 pagi. Selain olahraga rutin, agenda gowes itu dimanfaatkan untuk meninjau kondisi sejumlah titik di Kota Bogor, mulai dari area lalu lintas hingga ruang publik.

Rute gowesnya dimulai dari Bendungan Katulampa menuju R3 lalu melanjutkan ke arah Pandu Raya. Di sepanjang perjalanan, Jenal Mutaqin turut memeriksa beberapa sudut kota, termasuk area yang sedang atau akan mendapatkan penataan. Langkah ini menunjukkan bahwa kegiatan olahraga tidak berhenti pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi cara langsung untuk melihat persoalan di lapangan.

Bike to Work sambil meninjau area Taman Heulang

Dalam perjalanan, Jenal Mutaqin melewati Mal Jambu Dua sebelum kemudian meninjau area Taman Heulang. Taman ini menjadi perhatian karena rencananya akan ditata ulang oleh Pemerintah Kota Bogor. Peninjauan semacam ini penting untuk memastikan rencana penataan berjalan sesuai kebutuhan pengguna, bukan hanya mengikuti desain yang bersifat umum.

Dengan menempatkan pemeriksaan langsung di lokasi, Jenal Mutaqin dapat menangkap kondisi nyata yang mungkin tidak terlihat dari laporan administratif. Misalnya, pola penggunaan ruang, kondisi sekitar taman, hingga potensi gangguan aktivitas yang mengurangi kenyamanan warga saat berada di ruang terbuka.

Penegasan soal parkir di trotoar kepada jukir

Usai dari area menuju Jalan Ahmad Yani hingga titik Air Mancur, Jenal Mutaqin kembali mengingatkan para juru parkir agar menata kendaraan sesuai tempatnya. Ia menekankan konsistensi penting, terutama agar kendaraan tidak berhenti di atas trotoar.

“Yang penting tidak di atas trotoar ya pak, ini sudah bagus tapi harus konsisten,”

Penegasan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada jukir agar berperan aktif mengarahkan pengendara. Bagi pengelolaan kota, konsistensi penataan parkir berkaitan langsung dengan keselamatan pejalan kaki, kelancaran arus kendaraan, serta ketertiban ruang publik. Jika trotoar dipakai parkir, fungsi utamanya sebagai jalur pejalan kaki berkurang, dan konflik dengan pengguna jalan lain mudah muncul.

Bagi yang belum konsisten, Jenal Mutaqin berharap para jukir berani menegur dan mengarahkan pengendara agar parkir pada area yang disediakan. Dengan begitu, penertiban tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi dimulai dari kontrol di titik layanan parkir itu sendiri.

Himbauan untuk Park Ranger terkait pedagang di dalam taman

Setelah melintasi Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Sudirman, Jenal Mutaqin melanjutkan gowes ke arah Alun-Alun Kota Bogor. Saat memasuki area dalam taman, ia masih menemukan pedagang yang berjualan di dalam taman. Temuan ini menjadi bagian dari evaluasi lapangan yang kemudian ditindaklanjuti dengan arahan langsung.

Jenal Mutaqin menegaskan kepada petugas Park Ranger agar aturan ditegakkan sebagaimana mestinya. Pedagang tidak diperkenankan berjualan di dalam taman, sehingga ruang publik tetap berfungsi sesuai peruntukannya. Penertiban terhadap aktivitas yang mengganggu fungsi taman juga berpengaruh pada kenyamanan, kebersihan, dan keamanan pengunjung.

“Saya mohon, saya minta tolong untuk Park Ranger melarang pedagang masuk kedalam taman. Saya minta kerja ikhlasnya bantu Pemkot Bogor,”

Arahan tersebut menekankan aspek kerja yang tidak sekadar administratif, tetapi juga membutuhkan ketegasan di lapangan. Jika aturan ruang publik dijalankan, taman akan lebih tertata, akses pengunjung lebih nyaman, dan rencana penataan seperti di Taman Heulang dapat berjalan dengan lebih terarah.

Makna pengawasan langsung dalam kegiatan Bike to Work

Secara keseluruhan, Bike to Work yang dilakukan Jenal Mutaqin memperlihatkan pendekatan pengawasan berbasis pengalaman langsung. Ia tidak hanya berangkat dan kembali, tetapi menyisir titik-titik yang berkaitan dengan ketertiban, kenyamanan warga, serta rencana penataan kota.

Dengan memadukan olahraga dan inspeksi, komunikasi kebijakan juga terasa lebih dekat. Arahan kepada jukir dan Park Ranger menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mendorong kepatuhan pada aturan, baik di area parkir maupun ruang publik. Pada akhirnya, kegiatan seperti ini dapat mempercepat perbaikan di lapangan karena masalah yang ditemukan dapat langsung ditindaklanjuti, bukan menunggu proses yang panjang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x