Sunset di Kebun Raya Bogor 29-30 Agustus 2026, konser edukasi lingkungan

4 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Wisata & Kuliner - 30 Agu 2026

INFOSENTULCITY.ID – Sunset di Kebun kembali digelar di Kebun Raya Bogor pada akhir Agustus 2026. Program konser musik ini berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus, dan Minggu, 30 Agustus 2026, sekaligus menjadi ruang hiburan yang diisi pendekatan edukasi lingkungan untuk anak muda.

Konsep yang dibawa adalah menggabungkan penampilan musisi dengan pengenalan isu konservasi secara lebih dekat. Mengingat target utamanya adalah generasi muda atau Gen Z, penyelenggara merancang pengalaman menonton yang tidak berhenti pada panggung, tetapi juga mengajak pengunjung memahami aspek alam dan pelestarian melalui kegiatan di lokasi.

Daftar line up Sunset di Kebun Raya Bogor dua hari berturut-turut

Pada hari pertama, konser menampilkan beberapa nama yang sudah dikenal luas di industri musik Tanah Air. Penonton akan disuguhi penampilan Astri, Sore Ze Band, Bilal Indrajaya, Juicy Luicy, dan Raisa. Kombinasi musisi lintas karakter ini diharapkan mampu menarik beragam segmen penonton, dari penggemar pop hingga pencinta karya yang lebih berirama.

Hari kedua tidak kalah meriah, dengan deretan musisi dan penyanyi solo seperti Ecoutez, Hursa, Perunggu, Tulus, hingga Nadin Amizah. Dengan susunan tersebut, agenda dua hari ini berpotensi menjadi penutup akhir pekan yang dinantikan, terutama bagi warga Jabodetabek yang ingin menikmati acara outdoor sekaligus mendukung program bertema lingkungan.

Konser sebagai sarana edukasi lingkungan untuk Gen Z

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menjelaskan bahwa Sunset di Kebun tidak sekadar pertunjukan musik. Program ini dirancang agar pengunjung datang ke Kebun Raya Bogor dengan motivasi utama menikmati konser, namun di saat yang sama menyerap edukasi lingkungan melalui metode yang lebih relevan bagi anak muda.

Melalui pendekatan tersebut, pesan konservasi diharapkan lebih mudah diterima. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan memperoleh pengalaman yang membuat isu lingkungan terasa dekat, konkret, dan bisa dipahami langsung di ruang yang memang memiliki fungsi konservasi dan penelitian.

Tanaman Hoya sebagai plant heroes, sekaligus pengenalan endemik

Dalam penyelenggaraan Sunset di Kebun, pihak pengelola memperkenalkan tanaman Hoya sebagai plant heroes. Hoya merupakan tanaman endemik Indonesia, sehingga menjadi pilihan yang selaras dengan tujuan acara untuk mengenalkan kekayaan hayati lokal.

Marga menambahkan bahwa tanaman Hoya juga menjadi objek penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dengan menghadirkan pengetahuan langsung mengenai tanaman tersebut, pengunjung berkesempatan mengenal Hoya asli Indonesia bukan hanya secara tampilan, tetapi juga melalui konteks bahwa tanaman ini telah diteliti untuk tujuan ilmiah.

“Mereka yang datang ke sini bukan hanya menikmati konser, tapi dapat langsung mengenal tanaman Hoya asli Indonesia ini,” ujar Marga Anggrianto.

Penjelasan ini menegaskan bahwa edukasi yang dibawa bukan sekadar slogan. Ada keterkaitan antara program hiburan dan aktivitas pengenalan spesies yang memang relevan dengan konservasi, sehingga pengunjung pulang dengan pemahaman baru yang lebih bermakna.

Antusiasme penonton dan target 10.000 pengunjung

Pelaksanaan Sunset di Kebun disambut antusias penonton dari berbagai kalangan. Area lapangan terbuka yang menjadi venue konser disebut penuh sesak oleh pengunjung, termasuk yang berasal dari wilayah Jabodetabek. Keberagaman asal penonton ini menunjukkan bahwa acara bertema alam dan musik mampu menjadi daya tarik lintas komunitas.

Penyelenggara menargetkan jumlah penonton mencapai 10.000 selama dua hari pelaksanaan. Target tersebut dinilai penting agar pesan edukasi lingkungan bisa tersampaikan dengan cakupan yang lebih luas. Dalam keterangan penyelenggara, mereka menargetkan 5.000 pengunjung dalam sehari, dan pada tahap pelaksanaan disebut sudah sold out, yang menggambarkan besarnya minat publik terhadap konser Sunset di Kebun.

Implikasi acara: hiburan beririsan dengan konservasi

Jika melihat formatnya, Sunset di Kebun memperlihatkan tren acara yang tidak hanya mengejar kepuasan sesaat, tetapi juga berusaha menanamkan kesadaran. Ketika musisi menjadi pemantik keramaian, Kebun Raya Bogor berperan sebagai ruang edukasi yang memberi konteks ilmiah dan ekologis, sehingga pengalaman penonton menjadi lebih utuh.

Ke depan, model seperti ini berpotensi menjadi rujukan bagi penyelenggaraan event outdoor di ruang konservasi lainnya. Tantangannya tetap pada konsistensi pesan, kualitas edukasi yang disampaikan di lokasi, serta pengelolaan arus pengunjung agar kenyamanan dan fungsi kawasan tetap terjaga. Namun dengan antusiasme yang sudah terlihat sejak awal, program ini memiliki peluang kuat untuk mempertemukan minat publik pada musik dan kepedulian pada lingkungan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x