Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di sekolah Bogor untuk cegah anemia

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Kesehatan, News - 27 Agu 2026

Pemerintah Kota Bogor menggelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah secara serentak di sejumlah satuan pendidikan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Program ini menargetkan penguatan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi masalah sejak dini, sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan tepat.

Kegiatan tersebut dipusatkan antara lain di MAN 1 Kota Bogor, dengan rangkaian mulai dari edukasi kesehatan, aktivitas fisik, sarapan bergizi seimbang, hingga pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Pada saat yang sama, CKG Sekolah dilakukan pada siswa kelas 1 sampai kelas 12 dengan berbagai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan mata, telinga, gigi, tekanan darah, kadar gula darah, hemoglobin, serta penilaian kebugaran.

227.045 Siswa di Kota Bogor Jadi Sasaran Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Pemkot Ungkap Temuan Karies hingga Anemia

Aksi Bergizi di sekolah Bogor, fokus pembiasaan dan pencegahan

Wakil dari pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Ia mengaitkan program kesehatan anak dan remaja dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan masyarakat sehat dan berdaya sebagai fondasi untuk kemajuan yang lebih luas.

Menurut Denny Mulyadi, Aksi Bergizi dirancang bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan upaya mendorong peserta didik membangun pola hidup sehat sejak usia sekolah. Di MAN 1 Kota Bogor, pembiasaan itu diwujudkan melalui senam bersama, sarapan dengan makanan bergizi seimbang, edukasi kesehatan, serta pemberian TTD bagi remaja putri.

Denny juga menjelaskan bahwa program pemberian TTD menyasar remaja putri usia 12 sampai 18 tahun pada jenjang SMP dan SMA atau sederajat. Setiap remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet per minggu untuk membantu pencegahan anemia.

CKG Sekolah Bogor skrining 227.045 siswa dan deteksi dini

Pelaksanaan CKG Sekolah dijalankan oleh Dinas Kesehatan setempat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menyampaikan bahwa layanan ini menyasar 701 sekolah atau madrasah, terdiri dari 351 SD/MI, 175 SMP/MTs, dan 175 SMA/SMK/MA. Total sasaran yang dituju adalah 227.045 siswa dari kelas 1 hingga kelas 12.

Siswa di Kota Bogor Jadi Sasaran Cek Kesehatan Gratis Sekolah.

Erna menyebutkan capaian pelaksanaan pada tahun 2025 mencapai 115.543 anak atau 61,42 persen. Sementara itu, berdasarkan pembaruan capaian hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau 28,9 persen telah memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan.

Rangkaian pemeriksaan dalam CKG Sekolah mencakup pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, kesehatan mata dan telinga, pemeriksaan gigi, pemeriksaan kadar gula darah, hemoglobin, serta penilaian kebugaran. Dengan cakupan seperti itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang skrining kesehatan yang dapat memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi peserta didik.

Temuan kesehatan tahun sebelumnya jadi dasar intervensi

Erna menuturkan bahwa hasil CKG pada tahun 2025 menunjukkan sejumlah kondisi yang membutuhkan perhatian bersama. Di antaranya, masalah karies gigi sebesar 48,79 persen, hipertensi dan pra-hipertensi sebesar 24,22 persen, serta anemia sebesar 16,87 persen. Temuan lain yang juga muncul adalah gangguan gula darah sebesar 10,08 persen, gizi lebih dan obesitas sebesar 8,24 persen, dan gizi kurang atau buruk sebesar 8,21 persen.

Selain aspek gizi dan penyakit terkait tekanan darah, pemeriksaan juga memperlihatkan persoalan kurang aktivitas fisik yang mencapai 70,65 persen dan tingkat kebugaran rendah sebesar 71,4 persen. Masih ada temuan lain seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, paparan asap rokok pasif, hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa yang perlu ditindaklanjuti melalui langkah-langkah lanjutan.

CKG dan Aksi Bergizi saling menguatkan untuk mencegah dampak jangka panjang

Erna menekankan bahwa temuan dari CKG menjadi dasar untuk menentukan intervensi kesehatan di sekolah. Arah intervensi itu, antara lain, melalui Aksi Bergizi yang menitikberatkan pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, serta pembiasaan sarapan bergizi seimbang.

Dengan pendekatan promotif dan preventif, program ini berupaya memastikan masalah kesehatan tidak dibiarkan berkembang menjadi hambatan belajar maupun tumbuh kembang. Deteksi dini memungkinkan tindak lanjut dilakukan lebih cepat, baik melalui penguatan kebiasaan di sekolah maupun rujukan atau penanganan lanjutan sesuai kebutuhan.

Langkah seperti ini juga relevan untuk mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan produktif. Saat sekolah menjadi mitra kesehatan, anak dan remaja memperoleh kesempatan untuk memahami kondisi tubuhnya sejak awal, sekaligus membentuk kebiasaan yang bisa dibawa hingga usia dewasa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x