Program SELADA IPB 2026 di Bogor Barat Latih Lansia Mandiri Selama Enam Minggu

4 menit membaca View : 5
Abdul Halim
News, Pendidikan - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Program Sekolah Lansia Berdaya (SELADA) IPB 2026 digelar di Posyandu Lansia Matahari, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kegiatan ini berlangsung selama enam minggu dan menyasar lansia agar tetap sehat, mandiri, serta produktif melalui pembelajaran yang terhubung langsung dengan kebutuhan harian.

SELADA IPB 2026 diselenggarakan LPA2I IPB melalui program Dosen Pulang Kampung 2026, berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB. Ketua Dosen Pulang Kampung SELADA IPB 2026, Dr. Tin Herawati, menekankan bahwa program ini menjawab perubahan struktur penduduk menuju fase ageing population, di mana jumlah lansia terus bertambah dan menuntut pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan.

Angka lansia meningkat, tantangan tak hanya kesehatan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan proporsi penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,93 persen. Di Kota Bogor, proporsi lansia tercatat 11,67 persen atau sekitar 126.529 jiwa. Kondisi ini membuat perhatian terhadap lansia menjadi lebih luas, mencakup aspek ekonomi, psikologis, sosial, hingga dinamika dalam keluarga.

Ketika lansia makin banyak, kebutuhan pendampingan juga ikut meningkat. Tidak semua tantangan dapat ditangani melalui pemeriksaan medis semata. Karena itu, SELADA IPB 2026 dirancang dengan pendekatan yang menyentuh kebiasaan hidup, cara mengelola stres, komunikasi keluarga, hingga pengaturan keuangan rumah tangga.

SELADA IPB 2026 untuk lansia sehat, mandiri, dan berdaya

Dr. Tin Herawati menyebut SELADA IPB dirancang agar lansia tetap sehat secara fisik dan mental, mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, serta tetap produktif dan berdaya di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Program ini memberi ruang belajar yang terstruktur, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapat pengayaan keterampilan yang relevan dengan kehidupan mereka.

Selama enam minggu, peserta mendapatkan materi yang berbeda pada setiap pertemuan. Pola pembelajarannya dibuat bertahap, dimulai dari dasar-dasar kesehatan dan kebiasaan hidup, lalu berlanjut ke pengelolaan kondisi mental, penguatan relasi dalam keluarga, serta kemampuan mengatur sumber daya yang dimiliki.

Materi kelas SELADA: gizi, manajemen stres, komunikasi keluarga

Rangkaian kegiatan diawali dengan materi Gizi dan Kesehatan Lansia yang disampaikan dr. Aisyah Amanda Hanif. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan kebiasaan hidup yang dapat membantu menjaga kesehatan di usia lanjut. Fokusnya bukan hanya pada pengetahuan, tetapi juga pada kebiasaan yang bisa diterapkan dalam rutinitas harian.

Setelah itu, peserta mengikuti materi Manajemen Stres pada Lansia oleh Dr. Ir. Melly Latifah. Dalam pembelajaran tersebut, peserta diajak mengenali pemicu stres sekaligus mempelajari cara mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini penting karena perubahan kondisi fisik maupun peran sosial sering kali berpengaruh pada kesehatan mental lansia.

Aspek hubungan sosial dan keluarga kemudian masuk melalui materi Komunikasi Keluarga Lansia yang disampaikan Dr. Susri Adeni. Peserta didorong memahami pentingnya komunikasi terbuka dan positif agar relasi lansia dengan anggota keluarga tetap terjaga dengan baik.

Penguatan ekonomi keluarga dan fungsi keluarga untuk lansia

Di sisi lain, SELADA IPB 2026 juga menyentuh aspek ekonomi melalui materi Mengelola Keuangan Keluarga pada Lansia yang disampaikan Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati. Materi ini membahas cara menyusun pengeluaran berdasarkan kondisi dan kebutuhan keluarga, terutama ketika lansia mengalami keterbatasan pendapatan atau tidak lagi aktif bekerja.

Peserta juga mempelajari Implementasi Delapan Fungsi Keluarga pada Lansia yang disampaikan Dr. Tin Herawati. Materi tersebut menyoroti peran lansia dalam menjalankan fungsi keluarga sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, agar masa tua dapat dijalani dengan lebih sehat dan bahagia.

Pelatihan keterampilan ekonomi produktif melalui praktik menanam sayuran

Sebagai penutup, peserta mengikuti pelatihan keterampilan ekonomi produktif melalui praktik menanam berbagai jenis sayuran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melatih kemandirian lansia melalui aktivitas produktif yang sederhana, bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, serta memungkinkan peserta merasakan manfaat secara langsung.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SELADA IPB 2026 tidak hanya memberi materi pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta berbagi pengalaman dan mengembangkan keterampilan yang dekat dengan kebutuhan nyata mereka. Dengan format pembelajaran selama enam minggu, program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas lansia menghadapi perubahan pada fase kehidupan lanjut usia dan menjaga agar mereka tetap sehat, mandiri, serta produktif di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x