Deepfake AI Pornografi, Ratusan Pelajar Cileungsi Bogor Jadi Korban

3 menit membaca View : 62
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 14 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Ratusan pelajar SMA di salah satu sekolah swasta di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan, atau deepfake AI. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Bogor melalui laporan polisi bernomor LP/B/1143/V/2026/SPK/Polres Bogor/Polda Jawa Barat tertanggal 19 Mei 2026.

Dalam laporan tersebut, para korban disebut mengalami rekayasa wajah yang ditempelkan pada tubuh perempuan lain dalam kondisi tanpa busana. Kuasa hukum saksi, Muhammad Ari Pratomo, menyampaikan bahwa foto-foto tersebut kemudian menyebar lewat sejumlah akun media sosial hingga ditemukan pula jejak unggahan yang mengarah ke situs judi online.

Laporan polisi deepfake AI pornografi di Cileungsi

Perkara ini berawal dari rangkaian temuan di lingkungan korban. Ari menjelaskan bahwa para siswa yang menjadi saksi mengaku sempat menyaksikan langsung proses yang dilakukan pelaku, lalu menanyakan kepada yang bersangkutan. Menurut Ari, pelaku mengakui perbuatannya ketika dikonfirmasi.

Hasil pemeriksaan awal juga mencantumkan dugaan adanya ribuan file berupa foto dan video di telepon seluler yang diduga milik pelaku. Ari menyebutkan bahwa perangkat itu sempat diperiksa, dan dari temuan tersebut ada indikasi kuat bahwa konten-konten yang beredar merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI.

Wajah korban diedit dan disebarkan hingga akun media sosial

Ari menerangkan bahwa wajah para siswa korban disebut diambil dari materi yang beredar di media sosial para korban, kemudian diedit tanpa persetujuan. Setelah diedit, konten itu diduga disebarkan melalui beberapa akun media sosial sebelum akhirnya muncul jejak distribusi yang lebih luas.

Ia juga menyinggung adanya situs-situs tertentu yang tercatat pernah diakses atau diunggah dari perangkat pelaku. “Tapi faktanya di dalam handphone itu sempat dilihat itu ada beberapa website yang sudah pernah di upload seperti website judol dan lain-lain,” kata Ari. Pernyataan ini menunjukkan bahwa dugaan penggunaan konten tidak hanya berhenti pada penyebaran antarakun, tetapi juga terkait platform yang memfasilitasi distribusi.

Peran terduga pelaku, ada inisial KF dan DCN

Dalam perkara ini, terdapat dua orang yang dilaporkan dengan inisial KF dan DCN. Ari menyampaikan bahwa keduanya diduga memiliki peran berbeda. Salah satu disebut berposisi sebagai pihak yang menyuruh atau menjadi inisiator, sedangkan pihak lainnya diduga sebagai pembuat konten deepfake AI pornografi.

Menurut Ari, kasus ini mulai mengemuka setelah terjadi perselisihan antara dua pihak yang diduga terlibat. Dalam proses tersebut, salah satu terduga pelaku disebut membongkar keberadaan foto pornografi hasil editan. Informasi yang dibuka kemudian disampaikan kepada korban dan sejumlah teman mereka.

Korban dan teman-teman yang menerima informasi itu lantas melakukan konfirmasi langsung kepada terduga pelaku. Ari menyebut bahwa pengakuan pelaku sempat direkam dan kemudian diserahkan ke Polres Bogor sebagai bahan laporan.

Diduga berlangsung sejak 2025 dan berdampak pada psikologis korban

Ari mengungkapkan bahwa dugaan kasus ini telah berlangsung sejak 2025, ketika para korban masih berstatus pelajar. Saat ini, terduga pelaku disebut telah lulus, sebagian korban melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya masih bersekolah.

Selain kerugian berupa pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi, Ari juga menyampaikan adanya korban yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah mengetahui dirinya menjadi target deepfake AI pornografi. Dampak psikologis semacam ini biasanya muncul karena rasa takut, malu, dan kekhawatiran konten akan kembali menyebar.

Ari berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan tidak berlarut-larut. Ia menegaskan agar para korban bisa kembali fokus pada pendidikan tanpa harus terus terbebani proses yang panjang.

Kuasa hukum dorong korban lain untuk melapor

Ari juga mengimbau korban lain yang merasa mengalami hal serupa untuk berani melapor. Ia menilai jumlah korban dalam perkara tersebut diduga belum sepenuhnya terungkap. Dengan adanya laporan dan pemberitaan mengenai kasus ini, ia berharap orang-orang yang memiliki pengalaman serupa tidak memilih diam, sehingga tidak ada korban lain yang mengalami kejadian yang sama di Kabupaten Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x