Kekeringan Bogor: 663 Warga Sukahati Citeureup Terima Bantuan Air 3.000 Liter

3 menit membaca View : 22
Abdul Halim
Bogor, News - 13 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kekeringan panjang yang melanda Kabupaten Bogor berdampak langsung pada kebutuhan air bersih warga. Sebanyak 663 jiwa dari 160 kepala keluarga (KK) di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, terdampak krisis air bersih akibat sumber-sumber air yang mulai mengering.

Warga yang paling terdampak berada di Kampung Tegal Jambu RT 02 dan RT 03 RW 05, serta Kampung Jamakir RT 01 RW 05. Untuk membantu kebutuhan harian, BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih dengan total 3.000 liter yang dibagikan melalui tiga ritase.

Rincian wilayah terdampak krisis air bersih di Desa Sukahati

Di Kampung Tegal Jambu, dampak kekeringan terlihat dari berkurangnya debit air dan mengeringnya titik-titik sumber yang biasa digunakan warga. BPBD mencatat ada 51 KK atau 216 jiwa terdampak di RT 02 RW 05.

Selain itu, di RT 03 RW 05 jumlahnya bertambah menjadi 57 KK atau 235 jiwa. Sementara itu, di Kampung Jamakir RT 01 RW 05, tercatat 52 KK atau 212 jiwa ikut merasakan kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD distribusikan 3.000 liter air bersih, dibagi tiga ritase

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa kekeringan yang dipicu kemarau panjang membuat sejumlah sumber air masyarakat tidak lagi berfungsi optimal. Saat intensitas hujan menurun, sumur-sumur dan mata air yang selama ini menjadi andalan warga mengalami kekeringan.

Akibatnya, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari. Menanggapi kondisi tersebut, BPBD melakukan penyaluran bantuan air bersih sebanyak 3.000 liter. Bantuan ini didistribusikan dalam tiga ritase agar dapat menjangkau warga terdampak secara bertahap.

Menurut Adam, distribusi air bersih dilakukan sebagai dukungan sementara, sambil memastikan penanganan di lapangan terus berjalan. Ia menyebutkan bahwa koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Koordinasi dengan desa dan warga, air sementara sudah didistribusikan

Penanganan krisis air bersih di Desa Sukahati tidak berhenti pada proses pengiriman. BPBD terus memantau wilayah yang mengalami kekurangan air, termasuk memastikan warga menerima air sesuai kebutuhan mendesak.

Adam menyampaikan bahwa untuk saat ini air bersih sudah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Dengan demikian, kebutuhan air bersih untuk sementara waktu dinilai sudah terpenuhi, sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca dan potensi kekeringan berikutnya.

BMKG sebut Bogor berpotensi kekeringan meteorologis

Informasi prakiraan cuaca memperkuat urgensi penanganan kekeringan. Mengacu pada data Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Kabupaten Bogor masuk kategori awas potensi kekeringan meteorologis pada periode 11 sampai 20 September 2026.

Selain Kabupaten Bogor, sejumlah wilayah lain juga tercatat berada dalam kategori awas, seperti Kabupaten Bekasi, Ciamis, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Subang, Sukabumi, Sumedang, serta Kota Bekasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih berpotensi meluas dan perlu perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, penyaluran bantuan air bersih menjadi langkah respons cepat untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan warga. Dengan adanya distribusi 3.000 liter untuk 663 jiwa di Sukahati, diharapkan aktivitas harian masyarakat tetap berjalan meski sumber air masih mengalami gangguan akibat kemarau panjang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x