Kebakaran TPAS Galuga Bogor, Pemkot Perkuat Pemadaman dengan Bantuan Damkar

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Peristiwa - 13 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kota Bogor, terus ditangani dengan mengerahkan lebih banyak unsur dan mempercepat respons di lokasi. Pemkot Bogor menambah personel serta peralatan dari berbagai instansi, termasuk bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dari kampus dan daerah sekitar, agar api yang berada di tumpukan sampah menahun dapat lebih cepat dikendalikan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan penanganan kebakaran dilakukan semakin intensif sejak malam sebelumnya. Upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan kekuatan internal, tetapi juga melibatkan dukungan Damkar IPB dan Damkar Pemerintah Kota Depok untuk memperkuat proses di lapangan.

Tambahan Damkar IPB dan Depok untuk mempercepat pemadaman

Dedie menjelaskan bahwa sejak semalam, operasi pemadaman diperkuat dengan adanya bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok atas dukungan tersebut. Dengan tambahan armada dan personel, penanganan di lokasi diharapkan bisa berjalan lebih efektif, mengingat sumber api berada di dalam tumpukan sampah yang sudah lama menumpuk.

Selain memperbanyak tenaga dan peralatan, Pemkot juga tetap menargetkan metode pemadaman yang lebih kuat. Dedie menyebut water bombing dari Lanud Atang Sendjaja masih diupayakan, namun pelaksanaannya sempat terganggu oleh faktor cuaca dan jadwal penerbangan, sehingga beberapa sorti yang dilakukan belum sepenuhnya bisa diterapkan sesuai rencana.

Water bombing terkendala cuaca, operasi tetap dimaksimalkan

Menurut Dedie, water bombing telah dilakukan beberapa kali, tetapi terkendala kondisi cuaca dan hari pelaksanaan. Ia berharap pada sore atau lusa upaya tersebut dapat kembali dilakukan. Dalam kondisi api berada di tumpukan sampah, penambahan kapasitas pemadaman menjadi krusial karena panas dan bara dapat terus muncul kembali bila proses pendinginan belum merata.

Dedie menegaskan bahwa seluruh potensi dan personel yang tersedia terus dimaksimalkan. Dengan dukungan lintas instansi, upaya di TPAS Galuga diarahkan untuk menekan penyebaran api, sekaligus mengurangi risiko bara yang tersisa di dalam timbunan sampah. Penanganan yang lebih intens sejak malam sebelumnya menunjukkan adanya upaya konsisten untuk mempercepat pengendalian.

Perumkim dan Perumda Tirta Pakuan ikut dukung logistik serta air

Di luar Damkar, Pemkot Bogor juga menambah dukungan dari dinas teknis. Salah satunya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor ikut menurunkan personel dan peralatan untuk membantu kegiatan operasional di lokasi. Peran dinas teknis biasanya penting karena tidak berhenti pada pemadaman api semata, melainkan juga menyangkut penataan area kerja, dukungan fasilitas, dan kelancaran proses penanganan.

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor turut memberikan kontribusi berupa logistik serta suplai air dan kebutuhan lainnya. Tanpa dukungan pasokan air dan kebutuhan pendukung, efektivitas operasi Damkar bisa terhambat, terutama saat pemadaman berlangsung dalam waktu yang relatif panjang dan membutuhkan pengisian ulang secara berulang.

Total 400 personel, bantuan dari Pemkab Bogor dan Korem 061

Dedie menyebut total potensi yang dikerahkan mencapai 400 personel dari berbagai elemen. Ia juga menjelaskan dukungan datang dari Pemkab Bogor karena lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu, bantuan juga datang dari Korem 061/Suryakancana, yang memperkuat aspek koordinasi dan dukungan lapangan selama proses penanganan berlangsung.

Dengan komposisi personel yang besar, fokus koordinasi menjadi kunci agar peralatan dan tenaga dapat bekerja sesuai kebutuhan di titik api. Penguatan dari berbagai elemen juga menunjukkan bahwa penanganan kebakaran TPAS membutuhkan pendekatan yang tidak tunggal, mengingat karakter kebakaran sampah berbeda dari kebakaran bangunan biasa.

Rekayasa cuaca, koordinasi BNPB, dan rencana salat Istisqa

Selain penanganan langsung di lokasi, Pemkot Bogor berencana meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pelaksanaan rekayasa cuaca. Langkah ini diambil mengingat kondisi kemarau yang panjang, sehingga peluang turunnya hujan menjadi salah satu faktor yang dinilai paling efektif untuk membantu memadamkan api di tumpukan sampah.

Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi dukungan dari pihak lain, baik teknologi, logistik, personel, maupun sumber daya yang dapat membantu upaya pemadaman di TPAS Galuga.

Di tengah kemarau panjang, Pemkot Bogor juga menyiapkan pelaksanaan salat Istisqa dan doa bersama pada Senin atau Selasa mendatang. Dedie menyampaikan bahwa pemadaman api dalam tumpukan sampah menahun akan sulit bila tidak ada bantuan dari berbagai pihak, dan upaya yang paling efektif dipandang melalui turunnya hujan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x