Kebakaran TPAS Galuga Bogor, Bupati Rudy Susmanto Turun Langsung

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Peristiwa - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran terjadi di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan terpadu, sementara api sempat membesar dan dilaporkan tidak mudah dikendalikan.

Peristiwa ini memicu pengerahan kekuatan gabungan dari berbagai instansi. Pemadaman berlangsung sejak malam hingga masuk waktu dini hari, dengan fokus utama agar kobaran tidak meluas ke area lain di sekitar TPAS dan tetap menjaga keselamatan masyarakat yang berada di permukiman sekitar lokasi.

Rudy Susmanto pantau pemadaman di TPAS Galuga

Rudy Susmanto hadir di lokasi untuk memantau proses penanganan kebakaran. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antarunsur di lapangan berjalan efektif, mulai dari penanganan api hingga pengendalian dampak yang mungkin muncul bagi lingkungan sekitar.

Dalam pemantauan tersebut, Rudy menyebut bahwa tim gabungan telah berada di lokasi sejak dini hari dan berupaya menjalankan penanganan secara bersama-sama. Ia juga menyoroti bahwa pada sekitar pukul 12 malam, api sempat berada pada kondisi yang tidak terkendali, sebelum akhirnya bisa kembali diarahankan oleh kerja sama lintas instansi.

“Setengah empat pagi kita berupaya bersama-sama, bersama tim Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, bahu-membahu memadamkan api. Sekitar pukul 12 malam api sempat tidak terkendali, tetapi berkat kerja sama seluruh tim, alhamdulillah api sudah mulai bisa dikendalikan,” ujar Rudy Susmanto.

Tim gabungan diturunkan, pemadaman sejak malam

Penanganan kebakaran di TPAS Galuga melibatkan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI dan Polri. Selain itu, terdapat unsur terkait lain yang ikut membantu proses di lapangan, termasuk dalam pengaturan area kerja dan dukungan operasional pemadaman.

Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap untuk menekan laju api. Petugas berjibaku sejak malam, lalu berlanjut hingga dini hari, dengan target mencegah api terus menyebar ke bagian lain di sekitar lokasi kebakaran. Dalam kondisi kebakaran di area pengolahan akhir sampah, tantangan yang dihadapi biasanya berlapis, karena material yang terbakar dapat menghasilkan panas yang bertahan lebih lama dan memperlambat pengendalian.

Water bombing disiapkan untuk percepat pemadaman

Untuk mempercepat proses pemadaman, dukungan operasi water bombing disiapkan pada pagi hari. Rencana ini melibatkan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sendjaja dan Grup 2 Heli yang akan membantu penyiraman dari udara menggunakan helikopter.

Rudy menjelaskan bahwa sekitar pukul 06.00 WIB, bantuan water bombing akan dijalankan. Sumber air untuk operasi tersebut rencananya diambil dari danau di Setu Rancak. Langkah ini diambil agar penyemprotan dari udara dapat menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau dari permukaan, sekaligus membantu menurunkan intensitas panas sehingga petugas darat bisa bekerja lebih efektif.

“InsyaAllah sekitar pukul 06.00 WIB pagi dibantu oleh TNI Angkatan Udara, Lanud Atang Sendjaja, dan Grup 2 Heli akan melaksanakan penyiraman dengan sistem water bombing menggunakan helikopter. Sumber airnya nanti kita ambil dari danau di Setu Rancak,” jelas Rudy Susmanto.

Keselamatan warga jadi prioritas saat api dikendalikan

Di tengah proses pemadaman, penegasan terkait keselamatan warga menjadi bagian penting dari penanganan. Rudy menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa. Ia juga menyatakan pemerintah daerah bersama seluruh unsur gabungan akan terus bekerja hingga api benar-benar padam dan kondisi kembali aman.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan yang sejak malam hingga dini hari terus berada di lapangan. Sinergi lintas instansi dinilai menentukan untuk memastikan kebakaran bisa ditangani secara cepat, termasuk menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi risiko baru bagi warga sekitar.

“Yang terpenting adalah satu, tidak ada korban jiwa. Masyarakat semuanya selamat. InsyaAllah mudah-mudahan api dapat segera dipadamkan,” tegas Rudy.

Hingga berita ini disusun, pemadaman masih menjadi fokus utama operasi di TPAS Galuga. Upaya gabungan terus dijalankan untuk menuntaskan penanganan dan memastikan tidak ada titik api yang muncul kembali setelah proses pendinginan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x