Kebakaran TPAS Galuga Bogor Hampir Padam, Bupati Lanjutkan Pendinginan

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Peristiwa - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, menunjukkan perkembangan positif. Pada Selasa, 8 September 2026 siang, titik api besar dilaporkan hampir seluruhnya sudah berhasil dipadamkan, sementara petugas masih melanjutkan tahap pendinginan di lokasi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kendati api besar sudah tidak terlihat, proses pengendalian belum berhenti karena masih muncul asap tebal dari tumpukan sampah. Ia menegaskan pendinginan diperlukan agar suhu di dalam area timbunan turun dan tidak memicu kebakaran susulan.

Proses pendinginan jadi kunci cegah api muncul kembali di TPAS Galuga

Rudy Susmanto menyebutkan bahwa pada periode penanganan, titik api berukuran besar sudah hampir padam seluruhnya. Setelah pemadaman, petugas tetap bekerja untuk memastikan kondisi di bawah permukaan timbunan tidak menyisakan panas yang dapat berkembang lagi menjadi titik api.

“Pukul 2 lewat 17 menit, titik api yang besar sudah hampir padam semuanya. Yang ada kita hari ini melaksanakan pendinginan,” kata Rudy Susmanto. Pernyataan itu menggambarkan bahwa fokus berikutnya adalah menurunkan suhu, bukan hanya memadamkan nyala yang terlihat dari permukaan.

Asap tebal masih terlihat, alat berat dikerahkan untuk aduk dan siram

Meski titik api tidak lagi tampak, asap tebal masih keluar dari tumpukan sampah. Kondisi ini membuat petugas melakukan penanganan berlapis, termasuk mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengaduk material agar proses pendinginan merata.

Menurut Rudy Susmanto, sampah kemudian diaduk menggunakan alat berat dan disemprot air. Langkah tersebut bertujuan menurunkan suhu di dalam tumpukan sampah, sehingga tidak terpicu kembali adanya api. Ia juga menekankan bahwa pengendalian perlu mempertimbangkan keberadaan panas yang mungkin masih tersimpan di bagian dalam.

Kolaborasi Damkar, BPBD, DLH, hingga PUPR selama 24 jam

Rudy Susmanto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di TPAS Galuga. Ia menyebut petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, DLH, serta PUPR bekerja keras selama 24 jam untuk menangani dampak kejadian tersebut.

Dalam keterangannya, Rudy juga menyampaikan bahwa kelelahan dan kepenatan yang dirasakan petugas adalah bagian dari kerja lapangan yang intens. Namun, ia menilai upaya yang masih berjalan pada fase pendinginan tetap penting agar kebakaran tidak kembali muncul dan tidak memperbesar risiko bagi warga sekitar.

Bupati turun langsung ke lokasi, sempat bantu penyemprotan untuk semangat petugas

Rudy Susmanto mengaku turun langsung ke lokasi sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan. Ia menyatakan bahwa kehadirannya di lokasi juga merupakan bentuk komitmen untuk memantau proses penanganan secara langsung.

Di lokasi, Rudy sempat ikut melakukan penyemprotan air. Namun ia menegaskan aksinya hanya bersifat dukungan dan dilakukan dalam waktu singkat. Ia juga mengingatkan soal keselamatan kerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri saat melakukan pekerjaan di area penanganan.

“Pada saat kita menyemprot harus pakai alat pelindung diri. Kita hanya memberikan semangat sedikit, hanya beberapa menit,” ungkap Rudy Susmanto. Harapannya, kehadiran pimpinan dapat menambah motivasi para petugas yang masih berjibaku mengendalikan kondisi di lapangan.

Harapan agar asap mereda dan tidak ada titik api susulan

Rudy Susmanto berharap proses pendinginan dapat segera tuntas sehingga asap mereda dan tidak muncul kembali titik api yang dapat membahayakan masyarakat sekitar. Ia menyampaikan doa agar kondisi kembali stabil dan tidak menimbulkan dampak negatif yang menyulitkan warga Kabupaten Bogor.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama penanganan kebakaran maupun dalam menjalankan tugas terdapat kekurangan. Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian atas respons pelayanan selama situasi darurat berlangsung.

“Mohon maaf apabila ada sikap perilaku kami yang telah menggores hati masyarakat Kabupaten Bogor. Semoga dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” tandas Rudy Susmanto.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x